Viral, Lagu Tandingan Kritik Grup Band, Berjudul: Tak Diberi Tulang Lagi

ARASYNEWS.COM – Grup band Kuburan yang identik dengan wajah seperti kucing seperti band rock n roll kiss asal New York kini tengah menjadi perbincangan hangat

Karena viral beredar di media sosial lagu yang bernada kritik yang disebarkan di media sosial terhadap grup band yang lain.

Rilis lagi ini dibawakan grup band Kuburan yang berjudul “Tak Diberi Tulang Lagi”. Menyindir rilis lagu sebelumnya yang dibawakan Slank dengan judul lagu “Republik Fufufafa”.

Pertikaian dua grup band ini tampak nyata dan jelas menuai kontroversi yang terjadi sehingga membuat para warganet memberikan tanggapan yang berbeda-beda.

Sindiran

Grup band Slank sebelumnya merilis lagu berjudul “Fufufafa” yang ramai diperbincangkan publik. Lagu tersebut dianggap menyindir pemerintah saat ini sehingga memicu Fufufafa.

Belakangan, muncul lagu balasan berjudul “Tak Diberi Tulang Lagi”. Pernyataan keras yang datang dari Kuburan Band yang menyindir Slank terkait sikap politik mereka.

Kuburan Band menyoroti perubahan sikap Slank yang belakangan vokal mengkritik pemerintah, setelah lebih dari 10 tahun dinilai “diam”.

Dengan bahasa satir yang bikin panas telinga, Kuburan Band menyebut Slank baru menggonggong karena tak lagi diberi tulang oleh majikannya, yang mereka sebut sebagai pemerintah

Lagu ini menyoroti perubahan sikap Slank yang kini kerap melontarkan kritik terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo, padahal di masa lalu Slank dikenal sebagai salah satu band yang secara terbuka mendukung Jokowi

Sindiran dalam lagu tersebut juga mengaitkan kedekatan Slank dengan kekuasaan di masa lalu, termasuk fakta bahwa salah satu personel Slank pernah mendapat jabatan komisaris saat masih menjabat sebagai presiden. Hal ini kemudian memunculkan tudingan bahwasanya kritik Slank saat ini berbeda dibandingkan sikap mereka ketika berada di posisi kekuasaan.

Di media sosial

Sindiran ini langsung memantik perdebatan, salah satunya kritik tulus atau dendam karena akses kekuasaan terputus. Selain itu, suara rakyat atau suara yang baru muncul setelah privilese habis

Alhasil, komentar warganet pun terbelah. Sebagian menilai kritik tetap sah kapan pun disuarakan. Sebagian lain menilai konsistensi adalah suatu perlawanan.

[]

You May Also Like