Progres Tol Padang – Pekanbaru, JICA Lakukan Survei

ARASYNEWS.COM – Proyek pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru sudah berjalan 4 tahun dan kini masih terus dilakukan meski pernah terhenti.

Salah satu proyek jalan tol Trans Sumatera yang jadi perhatian adalah jalan tol Padang – Sicincin. Sebelumnya pembangunan ruas tol seksi ini sempat terkendala dalam pembebasan lahan dan telah bertahun-tahun. Tetapi kini, seksi 1 dilakukan pengerjaannya siang malam dan ditargetkan selesai akhir tahun 2023.

Jalan tol seksi 1 ini panjangnya mencapai 36,6 km dengan jalur 2×2 dan kecepatan rencana 80 km/jam. Untuk kelengkapan struktur, nantinya akan dilengkapi 16 main bridge, 2 overpass dan 2 gerbang tol dan fasilitas.

Di jalan tol seksi ini nantinya juga akan dilengkapi infrastruktur pendukung 2 rest area di sisi kiri dan kanan pada STA 23+000, yang dapat menjadi tempat istirahat bagi pengguna jalan tol.

Hutama Karya membangun jalan tol seksi ini dengan mengaplikasikan penghijauan atau greenery plan di sisi kanan dan kiri jalan tol dalam tol dalam Right of Way (RoW).

Yang istimewa dari jalan tol Padang – Sicincin ini adalah jalan tol ini kami akan bonus menikmati pemandangan Bukit Barisan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengharapkan jalan tol Padang – Sicincin ini bisa memicu berkembangnya sektor wisata ke Sumatera Barat yang terkenal dengan budaya dan kulinernya.

Data dari Badan Pengelola Jalan Tol Kementerian PU per Juni 2023, perkembangan pengadaan lahan jalan tol Seksi Padang – Sicincin sudah mencapai 88,9 persen dengan konstruksi telah mengalami kemajuan hingga 28,8 persen.

Disisi lain, untuk seksi jalan tol Payakumbuh – Pangkalan juga telah terbengkalai selama 4 tahun. dan kini telah mendapat kabar baru.

Beberapa waktu lalu, japan International Cooperation Agency (JICA), sebuah lembaga kerjasama internasional dari jepang, telah memulai langkah-langkah awal dalam proses pembangunan proyek yang ambisius ini.

JICA adalah badan kerja sama internasional Jepang, dimana JICA merupakan sebuah lembaga yang didirikan oleh pemerintah jepang khusus untuk membantu pembangunan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kepala Dinas PUPR kabupaten Limapuluh Kota, Rilza Hanif, menjelaskan bahwa jalan tol ini terdiri dari tiga ruas paket, yaitu paket 1, paket 2, dan paket 3, dengan total panjang lebih dari 46 km.

Pembangunan terutama akan difokuskan pada paket 2 dan paket 3, yang mencakup ruas sarilamak-pangkalan sepanjang 41 km yang akan dilalui melalui tiga terowongan.
“Dengan pembangunan terowongan ini, jalan tol ini akan menjadi yang terbesar di asia tenggara. proyek ini menantang karena melibatkan pembangunan tiga terowongan di daerah berbukit,” kata Hanif.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada hari Selasa (11/7/2023), Shigeo Honzu, Senior Representative JICA perwakilan Indonesia, mengungkapkan bahwa tahap persiapan proyek ini melibatkan peninjauan berbagai aspek, termasuk lingkungan dan strategi pembangunan terowongan.

Terowongan ini menjadi bagian penting dari proyek jalan tol payakumbuh-pangkalan paket 2 dan paket 3.

Bupati Limapuluh Kota, Safarudin Dt Bandaro Rajo, merespons dengan positif terhadap perkembangan ini.

“Kita sepakat, proyek strategis nasional (PSN) yang dilaksanakan di Sumatera Barat khususnya limapuluh kota harus didukung bersama,” kata Safarudin.

“Tadi, dari pembicaraan kami bersama JICA dan balai pelaksana jalan nasional sumatera barat, dapat benang merah, proyek tol Pekanbaru-Padang yang saat ini terus berlangsung di Kampar, Riau, akan dikebut sampai ke limapuluh kota, tepatnya Aia Putiah, sarilamak,” jelas safarudin.

“Kini, dengan dimulainya pembangunan jalan tol payakumbuh-pangkalan, kami berharap proyek strategis nasional (PSN) tol sumatera yang melintasi kabupaten limapuluh kota dapat segera terealisasi,” ujar Safaruddin.

Safaruddin menambahkan bahwa pembangunan jalan tol merupakan faktor kunci dalam mendukung perkembangan wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Dengan dukungan penuh dari pemerintah, kami berharap JICA dapat menyelesaikan proyek ini dengan lancar. Pemerintah daerah hingga tingkat nagari siap untuk mendukung proses ini,” tegas Safaruddin.

Senior Representatif Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesian Office Shigeo Honzu dan kepala balai pelaksana jalan Sumatera Barat Tabrani, berharap pembangunan tol ini segera berlangsung. pemda diminta serius untuk mengorganisir lahan.

Tidak hanya bertatap muka di kantor bupati, JICA juga melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik koordinat pembangunan tunnel (terowongan) yang nantinya akan akan difungsikan sebagai penghubung tol ruas Padang-Pekanbaru. “survei di dua kecamatan, pertama sarilamak harau kedua Pangkalan Koto Baru. ini siap berjalan, kita eksekusi,” urai Bupati.

Senada dengan Bupati Safaruddin, Senior Representatif Shigeo Honzu berharap, kunjungan lapangan JICA ke Limapuluh Kota dapat mempercepat realisasi pembangunan tunnel. “Hal itu dapat terwujud jika seluruh pihak dapat bekerja maksimal dan berkolaborasi dalam proyek ini,” ucapnya.

Untuk di wilayah provinsi Riau, seksi 6 telah selesai diresmikan. Dan selanjutnya adalah pengerjaan seksi 5 ruas Bangkinang – Pangkalan. Seksi ini telah mencapai 83,24%.

Awalnya tol ini akan dibangun sepanjang 56 Kilometer, karena lahan di provinsi Sumbar belum tersedia maka jalan tol ini dibagi menjadi 2 tahap. Ruas Tol Bangkinang – Pangkalan Tahap I membentang dari Simpang Susun (SS) Bangkinang (Riau) – Tanjung Alai (Riau) sepanjang 24,7 Kilometer.

Proyek dengan dengan nilai investasi Rp7,31 triliun tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun 2023. []

You May Also Like