ARASYNEWS.COM – Pemerintah bersama masyarakat terus berupaya menjaga pohon pelindung kota dan juga menerbitkan aturan larangan penebangan tanpa izin, terutama pohon-pohon besar yang sudah ada sejak lama tumbuh dan berdiri.
Beberapa diantaranya sudah ada yang ditebang untuk pembangunan kota dan jalan serta sudah dimakan usia dan juga mengganggu keselamatan.
Akan tetapi, keberadaan dan hadirnya pohon-pohon tua itu ternyata ada campur tangan kolonial ataupun tentara yang dilakukan sebagai peneduh dan juga untuk hal lainnya, seperti untuk menjaga ekologi dan ekosistem.
Keberadaan pohon-pohon di kota Pekanbaru zaman dahulu sangat signifikan sebagai bagian dari lanskap alami dan sumber daya alamnya, namun kini sebagian besar telah berubah menjadi kawasan urban, meskipun beberapa upaya penghijauan tetap dilakukan dan digerakkan kembali.
Diketahui dari cerita masyarakat zaman dahulu. Ada pohon yang ukurannya tidak besar yang berada di area pasar di kota Pekanbaru.
Pohon itu dikenal dengan pohon Kamboja yang berada di area pasar kodim di kota Pekanbaru.
Keberadaan pohon itu dikaitkan dengan hal-hal mistis. Sulit dilakukan penebangan baik secara manual ataupun menggunakan alat berat.
Mereka yang menebang manual langsung sakit. Dan alat berat yang berupaya langsung mati mesin.
Cukup lama pohon itu sulit untuk ditebang. Disebutkan ada penunggu yang mendiami pohon itu. Hingga akhirnya setelah beberapa bulan, dapat ditebang dengan bantuan paranormal dan dengan menyembelih hewan.
Adapun penebangan pohon itu lantaran akan dilakukan pembangunan dan renovasi pasar.

Selain itu, di area pasar itu juga ada pohon-pohon lainnya yang banyak berdiri, seperti pohon tembesu, ketapang beringin, dan pohon-pohon buah lainnya.
Dahulunya, pasar ini banyak barang-barang impor bekas (thrifting), terutama pakaian dan barang-barang unik lainnya, yang dijual dengan harga sangat terjangkau. Suasana ramai, pedagang menggelar dagangan di hamparan kain di trotoar (kaki lima) yang ada dibawah pohon dan menciptakan pasar tradisional yang dinamis.
Dapat dibayangkan Pasar Kodim zaman dahulu adalah tempat yang lebih hijau dengan pohon-pohon besar yang menjadi bagian integral dari lanskap pasar tradisional Pekanbaru zaman dahulu.
[]