ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah menerima laporan telah terjadi konflik antara Harimau Sumatera dengan warga di wilayah Senepis, Dumai, Provinsi Riau. Laporan diterima dari konservasi Sinarmas Group atas nama Rudi akan meminta bantuan pendampingan dari BBKSDA Riau.
Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono dalam keterangan yang diterima arasynewscom, Selasa (30/6/2021) malam, mengatakan laporan diterima pada Senin (28/6/2021).
“Seusai laporan diterima, tim BBKSDA Riau langsung turun menuju lokasi untuk melakukan pendampingan penanggulangan konflik Harimau Sumatera di area konsesi PT Suntara Gajapati bersama dengan personil APP Sinarmas Group. Tim berkoordinasi dengan Aparat Desa, Kepolisian dan TNI,” terang Suharyono, Selasa (30/6).
“Korban adalah pekerja kebun yang sedang melakukan pemeliharaan kebun kelapa sawit yang tinggal di sebuah pondok kerja bersama dengan seorang rekannya. Berdasarkan informasi kronologis kejadian adalah pada hari Jumat, tanggal 25 Juni 2021 pukul 13.00 WIB, korban berangkat bekerja menyemprot tanaman. Namun kemudian sampai dengan tanggal 27 Juni 2021 Korban tidak ada berita terkait keberadaanya. Pada Tanggal 29 Juni 2021, pihak kepolisian, TNI dan masyarakat, melakukan pencarian dan menemukan beberapa potongan jenazah yakni tengkorak, potongan tangan kanan, bagian badan,” terang Suharyono.
Dikatakannya, berdasarkan hasil identifikasi korban bernama Samino, laki- laki, Jawa, 53 tahun, alamat Jalan Lintas PU RT 01 Kelurahan Batu Teritip Kecamatan Sei Sembilan, Kota Dumai. Berdasarkan hasil identifikasi dan pemeriksaan jasad korban oleh pihak kepolisian, korban meninggal diduga akibat serangan binatang buas (Harimau Sumatera).
Lokasi ditemukan jenazah termasuk dalam Kawasan Hutan Produksi yang dibebani izin konsesi HTI PT Suntara Gajapati (Suplier kayu PT. APP Sinar Mas Group), lokasi tersebut merupakan lokasi yang sudah diakses secara illegal oleh masyarakat untuk perkebunan kelapa sawit.
“Kawasan konservasi terdekat dari lokasi ini adalah Taman Wisata Alam Sungai Dumai dengan jarak tempuh lebih kurang 5 jam perjalanan darat. Lanscape Sinepis merupakan salah satu kantong atau habitat penting Harimau Sumatera di Riau,” kata Suharyono.
“Upaya saat ini yang dilakukan oleh BBKSDA Riau bersama dengan APP Sinarmas Group, pihak Kepolisian, TNI dan Aparat Desa adalah melakukan identifikasi lokasi kejadian, melakukan pemasangan kamera trap untuk mengetahui individu dan perilaku Harimau,” sebut dia.
“Disamping itu, kita juga menjenguk keluarga korban dan menyerahkan uang duka serta melakukan pendampingan dansosialisasi kepada masyarakat,” imbuhnya.
Dikatakannya juga, sebagai tindak lanjut, kami akan memanggil dan berkomunikasi dengan pihak perusahaan PT Suntara Gajapati (APP Sinarmas Group) serta pihak lain yang berkepentingan, untuk meminta informasi dan keterangan terkait pengelolaan habitat spesies Harimau Sumatera di Landscape Sinepis dan secepatnya mengambil langkah-langkah termasuk kemungkinan melakukan evakuasi Harimau Sumatera tersebut, agar masyarakat tidak resah dan dapat beraktivitas kembali secara normal.
Kepala Balai Besar KSDA Riau menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa yang terjadi dan menghimbau agar warga melaporkan ke pihak yang berwenang (Perangkat Desa/ Bhabinsa/ Polres atau Polsek terdekat) apabila dijumpai kemunculan satwa liar dan menegaskan agar warga tidak bertindak anarkis terhadap satwa liar yang dilindungi karena tindakan tersebut justru sangat beresiko dan berbahaya bagi keselamatan warga itu sendiri.
Kepada masyarakat yang akan melakukan pengaduan terkait tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi dapat melapor kepada Call Center BBKSDA Riau dengan Nomor 0813 7474 2981. [Rls]