Penampakan Keanehan di Sumur Milik Warga di Nagari Situjuah Batua Sekitar Sinkhole

ARASYNEWS.COM – Tim Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI telah berada di Nagari Situjuah Batua. Mereka melakukan riset dan peninjauan ke lokasi sinkhole atau tanah berlubang.

Jika sebelumnya, tim melakukan penelitian fenomena alam sinkhole di area persawahan Pombatan di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota.

Kini, tim melihat keanehan lainnya di area pemukiman milik warga.

Ada sumur milik warga yang memiliki struktur menyerupai lorong atau goa di bagian dalamnya, yakni di dalam tanah. Serta juga ada aliran air.

Dikutip dari keterangan Wali Jorong Tepi, Salmi, mengungkapkan ada sedikitnya empat sumur warga yang lokasinya tidak jauh dari titik sinkhole yang muncul pada Ahad (4/1/2026).

Keberadaan sumur-sumur tersebut ditunjukkan langsung kepada tim Badan Geologi saat kunjungan lapangan pada Jum’at (9/1/2026).

“Tim Badan Geologi menanyakan apakah ada sumur warga yang memiliki aliran air menyerupai sungai di dalam tanah. Atas pertanyaan itu, warga kemudian mengarahkan petugas ke lokasi sumur-sumur tersebut,” kata Salmi, Sabtu (10/1/2026).

Ia menjelaskan, penunjukan sumur-sumur itu dilatarbelakangi kekhawatiran masyarakat adanya keterkaitan antara keberadaan sumur dengan munculnya lubang sinkhole.

Diungkapkannya, saat penggalian sumur yang dilakukan sekitar 10 tahun lalu, warga menemukan struktur di dalam tanah yang menyerupai terowongan atau goa dan berisi banyak air.

“Ketika penggalian itu terdapat terowongan di dalam seperti goa dan berisi banyak air,” ujar Salmi.

Akan tetapi, kondisi itu, tidak lakukan penggalian lanjutan, dan hanya dipasangkan mesin serta pipa untuk pengambilan air dari dalam sumur.

Selanjutnya, untuk penelitian lebih lanjut, tim melakukan pemeriksaan dan pencarian aliran sungai bawah tanah di kawasan itu.

Pada Sabtu, 10 Januari 2026, tim ahli dari Badan Geologi melakukan penelitian dan penelusuran potensi aliran sungai bawah tanah yang sempat mencuat di ruang publik setelah kemunculan lubang besar tersebut.

Masyarakat sempat bertanya-tanya apakah aliran bawah tanah ini benar adanya, di mana posisinya, dan apakah menjadi faktor utama terbentuknya sinkhole.

Pada salah satu bukit, tim ahli melakukan pemetaan geologi permukaan, observasi struktur batuan, serta pemeriksaan rongga tanah yang diduga menjadi jalur pergerakan air.

Temuan lainnya, terdapat rongga-rongga di area perbukitan yang terbentuk secara alami. Dan juga terdapat air yang keluar.

Mereka juga menurunkan peralatan untuk mendeteksi resonansi lapisan bawah tanah guna memastikan apakah terdapat saluran alami yang memungkinkan air bergerak secara terus-menerus.

Para pakar menegaskan bahwa kajian ini tidak boleh dilakukan dengan asumsi, apalagi mengikuti spekulasi yang sudah berkembang.

Badan Geologi menyampaikan bahwa potensi bahaya dari aliran bawah tanah belum dapat disimpulkan dalam waktu singkat, sebab pergerakan air, karakter batuan, dan kondisi lahan sekitar harus dianalisis secara menyeluruh.

Dikatakan Taufik Wirabuana (salah seorang ahli geologi), yang terpenting saat ini adalah memberi masyarakat pemahaman yang benar mengenai risiko, bukan menakut-nakuti.

Penelitian ini bertujuan memastikan keamanan warga sekitar dan menyusun langkah mitigasi yang tepat berbasis data ilmiah, bukan opini liar.

[]

You May Also Like