ARASYNEWS.COM – Air yang datang dari gunung tidak selamanya dingin, ada juga air panasnya. Salah satunya ada di nagari Pariangan, di Kabupaten Tanah Datar, provinsi Sumatera Barat.
Lokasi ini sangat mudah dijangkau, berada sekitar 17 km dari kota Batusangkar yang merupakan pusat ibukota kabupaten Tanah Datar. Dan akses jalan yang dilalui juga baik.
Lokasi desa ada di jalan utama yang menghubungkan Batusangkar dan Padang Panjang. Dan jika dari kota Padang berjarak sekitar 90 kilometer. Dan sekitar 40 kilometer dari kota Bukittinggi.
Lokasinya yang cukup strategis sangat memudahkan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke desa tersebut. Pengunjung bisa datang menggunakan kendaraan pribadi atau bus.
Nagari Tuo Pariangan ini terletak di kaki Gunung Marapi memiliki pesona tersendiri. Ada banyak objek wisata yang tersimpan di daerah tersebut. Kawasan ini juga terkenal dengan ‘nagari terindah” yang masuk dalam catatan pariwisata di Indonesia dan Sumatera Barat, dan bahkan dalam catatan di dunia pada artikel World’s 16 Most Picturesque Village.
Nagari Pariangan kaya dengan wisata alam dan cagar budaya dan bahkan terkenal dengan nilai-nilai sejarah dan agama.

Salah satu yang masih kokoh berdiri adalah masjid ishlah yang didirikan pada abad ke 19. Bangunan tertua tempat ibadah ini dibangun oleh Syekh Burhanuddin ini tidak mengadopsi arsitektur khas rumah gadang, tetapi lebih mirip dengan kuil-kuil Tibet.
Iklim di daerah Pariangan cukup dingin karena berada pada ketinggian antara 500-900 meter diatas permukaan laut.

Kalau berkunjung ke daerah tersebut sangat sayang kalau dilewatkan salah satunya adalah pemandian air panas, lokasinya tepatnya di depan Masjid Tuo Ishlah. Tempat mandinya juga tergolong unik, selain ada air panas ada juga air dingin.
Ditempat pemandian ini terdapat pancuran air panas yang sumber airnya berasal dari Gunung Marapi. Selain digunakan sebagai tempat bersuci oleh umat muslim, pancuran ini juga dianggap sebagai berkah tersendiri bagi masyarakat Nagari Tuo Pariangan.
“Ada empat tempat pamandian umum di sini (pemandian), satu pemandian khusus perempuan dan tiga pemandian untuk kaum laki-laki,” kata seorang masyarakat setempat.
Nama pemandian umum Rangek Barang ini khusus untuk kaum perempuan, letaknya di seberang jembatan Masjid Tuo Ishlah. Kemudian Rangek Tujuah Pincuran (tujuh pancuran) khusus ambil wudhu dan mandi ada tujuh pancuran, ketujuhnya ini air hangat dan tujuh pencuran khusus air dingin.
“Jadi kalau terlalu panas bisa mandi di tempat air dingin,” imbuhnya.
Rangek Tujuah Pincuran merupakan simbol laki-laki di Nagari Pariangan karena sangat jarang bagi laki-laki untuk mandi di rumah dan pemandian ini bisa dikatakan identity sosial dalam bermasyarakat. Lokasi permandian tujuh pencuran ini ini bergonjong seperti Rumah Gadang.
Di atas Rangek Tujuh Pincuran ini ada lagi tempat permandian Rangek Songo, di tempat ini ada berbentuk kolam kecil berdiameter dua meter dengan kedalaman 50 centimeter, airnya lebih panas dari pada di pencuran lainnya, disebelah kolam kecil ada lagi pencuran air dingin.
“Ini juga tempat mandi kaum laki-laki, airnya lebih panas dari pada yang tadi. Pencuran kecil ini adalah air dingin, kalau selesai mandi atau terlalu panas maka bisa mandi memakai air pencuran yang dingin ini,” terangnya.
Kemudian permandian Rangek Gaduang ini juga tempat mandi laki-laki, tempat mandi ini hanya memiliki beberapa pencuran dengan air panas dan dingin.
Khasiat mandi di pemandian ini, dikatakan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit kulit, kudis, panu dan kurap. []