Nama Masjid Raya Sumatera Barat akan Disematkan Nama Ulama Besar Dunia

ARASYNEWS.COM, PADANG – Nama masjid Raya Sumatera Barat akan disematkan nama orang berpengaruh, yakni menjadi Masjid Raya Sumatera Barat, Syekh Ahmad Khatib.

Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawi adalah salah satu ulama dunia yang paling berpengaruh. Tiga muridnya mendirikan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama serta Persatuan Tarbiyah Islamiyah.

Nama imam besar Masjidil Haram inilah yang akan disematkan untuk Masjid Raya Sumatera Barat

“Insyaallah sebelum tutup tahun, penamaan itu akan diresmikan oleh Presiden Jokowi,” kata Gubernur Mahyeldi di Gubernuran, Padang, seusai bertemu dengan Khalid, cicit buyut dari Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawi, pada Ahad (22/10) malam kemarin.

Khalid datang langsung dari Jeddah bersama istrinya untuk melihat kampung halamannya, Balai Gurah dan Koto Gadang.

Ahmad Khatib anak Aminah, warga Jorong Koto Tuo, Balai Gurah, Ampek Angkek, Canduang. Sedangkan ayahnya, Abdul Latief Khatib Dinagari, berasal dari Koto Gadang, Ampek Koto, Agam.

Ayahnya ini, adalah adik dari kakek Agus Salim, serta Baay Salim, ayah Emil Salim dan masih bakarik berkerabat dengan Ruhana Kuddus.

“Saya hadir dalam pertemuan itu, sebab saya sudah hampir setahun belakangan berkomunikasi dengan Khalid, guna meminta bahan-bahan untuk penulisan novel biografi Syekh Ahmad Khatib, yang segera dialihbahasakan ke Arab. Kepastian ini disampaikan Yasser, saudara kandung Khalid kepada saya, di Jakarta beberapa waktu lalu,” kata Mahyeldi.

Untuk diketahui, Masjid Raya Sumatera Barat ini di Jalan Khatib Sulaiman, kota Padang. Luasnya 4.430 meter. Pembangunan masjid dimulai pada Desember 2007.

Kehadiran masjid dipicu oleh sebuah peristiwa pada salah satu hari Jumat, Januari 2006. Kala itu terjadi pertemuan bilateral antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi atau Pak Lah di Bukittinggi. Karena tidak ada masjid yang pas di Padang, maka Shalat Jum’at dilaksanakan di Masjid Agung, Tangah Sawah, di Bukittinggi.

Selain itu, didirikannya masjid ini atas inisiasi Wapres Jusuf Kalla. Kala itu, ia membandingkan di Makassar yang dahulunya banyak terdapat orang Minang dan Padang.

Karena saat itu tidak ada masjid besar di Padang. Wapres mendesak Gubernur Gamawan Fauzi untuk segera membangunnya. Maka kemudian, masjid dibangun tiga lantai dan diresmikan pada 4 Januari 2019, yang memakan biaya sekitar Rp 330 miliar.

Masjid ini mengadopsi bentangan kain tatkala empat kabilah Suku Quraisy berbagi kehormatan ketika memindahkan Hajar Aswad. Puncak-puncak masjid meniru gaya rumah gadang.

Desain masjid merupakan hasil sayembara yang dimenangkan tim yang diketuai arsitek Rizal Muslimin beranggotakan Muh. Yuliansyah, Ropik Adnan, dan Irvan P. Darwis. Rizal adalah arsitek dari kantor konsultan arsitektur Urbane Ridwan Kamil Bandung.

Masjid ini menjadi satu dari 7 di dunia yang meraih Penghargaan Abdullatif Al Fozan untuk Arsitektur Masjid periode 2017–2020. Masjid kebangaan itulah yang akan dinamai, Masjid Raya Sumatera Barat, Syekh Ahmad Khatib. []

Source. Singgalang

You May Also Like