ARASYNEWS.COM – Rasulullah ﷺ pernah bersabda seperti yang disampaikan Abi Shirmah radhiallahu ‘anhu :
وَعَنْ أَبِي صِرْمَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ ضَارَّ مُسْلِمًا ضَارَّهُ اَلله وَمَنْ شَاقَّ مُسَلِّمًا شَقَّ اَللَّهُ عَلَيْهِ، أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَحَسَّنَهُ.
Artinya: “Barang siapa yang memberi kemudaratan kepada seorang muslim, maka Allah akan memberi kemudaratan kepadanya, barang siapa yang merepotkan (menyusahkan) seorang muslim maka Allah akan menyusahkan dia.” (HR. Abu Dawud no. 3635, Tirmizi no. 1940 dan dihasankan oleh Imam Tirmizi)
Makna hadits ini adalah benar, sebagaimana yang dikuatkan hadits-hadits lain yang menguatkan makna dari hadits ini. Seperti dalam sebuah hadits yang sahih, Rasulullah ﷺ pernah berdoa,
اَللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ
Artinya: “Ya Allah, barang siapa yang mengurusi urusan umatku kemudian dia merepotkan umatku maka susahkanlah dia.” (HR. Muslim no. 1828)
Hadits ini menunjukkan dua kaidah penting dalam syariat Islam, yaitu balasan sesuai dengan jenis perbuatan baik berupa kebaikan maupun keburukan (اَلْجَزَاءُ مُمَاثِلٌ لِلْعَمَلِ مِنْ جِنْسِهِ فِي الْخَيْرِ وَالشَّرِّ ). Dan ini merupakan hikmah yang ditetapkan Allah ﷻ
Allah memberikan balasan sesuai dengan apa yang dilakukan oleh seorang hamba.
- Barang siapa melakukan amalan yang dicintai oleh Allah, maka Allah akan mencintainya pula.
- Barang siapa memudahkan urusan seorang muslim maka Allah akan mudahkan urusannya di dunia maupun di akhirat.
- Barang siapa yang menghilangkan penderitaan seorang muslim maka Allah akan menghilangkan penderitaannya di dunia dan di akhirat.
- Barang siapa membantu untuk memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan membantu untuk memenuhi kebutuhannya.
Sebaliknya dalam keburukan pun demikian.
- Barang siapa melakukan amalan yang dibenci oleh Allah maka Allah akan membencinya.
- Barang siapa memberi kemudaratan kepada seorang muslim maka Allah akan memberikan kemudaratan kepadanya.
- Barang siapa membuat makar, maka Allah akan membuat makar kepada dia.
- Barang siapa membuat susah dan menimbulkan kesulitan bagi saudaranya maka Allah akan membuat dia ikut susah.
Kemudaratan harus dihilangkan
Kaidah ini sesuai dengan hadits bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda,
لا ضَرَرَ وَلا ضِرَارَ
Artinya: “Tidak boleh memberi kemudaratan sama sekali baik memberi kemudaratan kepada diri sendiri ataupun kepada orang lain.” (HR. Ad-Daraquthni no. 522)
Syariat memerintahkan untuk menghilangkan setiap kemudaratan baik kemudaratan kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Salah satu contoh bentuk kemudharatan kepada diri sendiri adalah merokok dan bunuh diri. Sedangkan Kemudharatan kepasa orang lain sangat banyak contohnya. Salah satu contoh adalah membuat orang lain sudah atau juga meninggalkan masalah kepada orang lain. []