Legenda Batu Beranak dan Syekh Umar di Dumai

ARASYNEWS.COM – Salah satu situs bersejarah tentang penyebaran agama Islam terdapat di Dumai. Situs ini terletak di Jalan Syekh Umar, Pangkalan Sesai, Dumai Barat, Kota Dumai. Berjarak sekitar 2 km dari Kota Dumai.

Dikawasan ini, terdapat makam syekh Umar dan dikelola pemerintah setempat sebagai tempat wisata bersejarah dan religi. Dan kini dibangun dengan batu berbentuk rumah dan bagian gapuranya dicat berwarna kuning dan hijau. (dikutip dari Dinas Pariwisata Provinsi Riau).

Dahulunya, bangunan yang ada berdiri hanya berbentuk kayu dengan arsitektur khas Melayu.

Situs sejarah ini terkenal dengan legenda “Batu Beranak”. Terletak dalam rumah berwarna kuning, makam ini menyimpan sepasang batu (Batu Jantan dan Betina) di dalam tempayan yang konon jumlahnya terus bertambah secara gaib seiring waktu.

Adapun legenda batu beranak ini dikaitkan dengan kisah sepasang baru yamg disimpan dalam wadah air (tempayan) di area makam. Diyakini bertambah jumlahnya, terutama setelah diisi air hujan pada malam Jum’at.

Sementara itu, situs makam ini ditutupi bangunan dan menjadi tujuan ziarah bagi masyarakat.

Kisah Baru Beranak ini diketahui dikaitkan dengan Syekh Umar, seorang ulama Suluk ternama di Dumai.

Dari cerita turun temurun di masyarakat, dahulunya Syech Umar menempuh perjalanan saat menimba Ilmu Suluk. Kemudian tiba saatnya Syech Umar membawa pesan, untuk mencari mumbang kelapa. Dan setelah didapat, mumbang kelapa itu lantas ditanam.

Amanahnya, jika mumbang kelapa itu tumbuh dan besar menjadi pohon kelapa, maka daerah tersebut akan menjadi kota. Ini juga dikaitkan dengan asal usul Kota Dumai. Dan kini keinginan beliau terwujud dan kota Dumai berkembang pesat.

Kisah Batu Jantan dan Betina

Dua batu itu dahulunya setelah menjalani ritual yang direndam dalam air tempayan, kemudian melahirkan banyak anak. Dan konon hingga kini, jumlah batu itu terus bertambah.

Tempayan tersebut kini berada di dalam lokasi Makam Syech Umar dan tertutup rapat dalam sebuah bangunan berwarna kuning.

Dalam kawasan ini terdapat lima makam, diantaranya makam Syech Umar dan istrinya, Budiyah, makam dua anaknya yakni Budin dan Siti Mainmunah, ditambah makam satu cicitnya.

Catatan yang terselip tentang Syekh Umar, lahir pada tahun 1869 dan wafat pada tahun 1960. Ini sesuai dengan yang tertulis di batu nisan.

[]

You May Also Like