Keterangan Plt Gubernur Riau atas Kedatangan KPK ke Kantor Gubri

ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, memberikan keterangan kedatangan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Kantor Gubernur Riau, Senin (10/11/2025). Ia menyampaikan kepada para awak media usai kegiatan kunjungan tersebut.

Dikatakan SF Hariyanto, bahwa kedatangan itu bukan untuk pemeriksaan ataupun membawa orang pejabat.

“Pemeriksaan dilakukan di ruang rapat Gubernur,” ujarnya singkat kepada wartawan, Senin (10/11) sore.

Ia menyebut, saat dirinya meninggalkan lokasi, tim penyidik KPK masih berada di lantai atas untuk melanjutkan kegiatan pemeriksaan. Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, tetap berada di dalam kantor mendampingi proses tersebut.

“Tadi saya juga sempat berbincang santai dengan tim KPK, semacam diskusi ringan saja,” kata SF Hariyanto.

Ia menegaskan, setelah meninggalkan kantor, dirinya tidak kembali lagi ke lokasi pemeriksaan.

“Saya tidak balik lagi ke kantor, tapi Pak Sekdaprov Syahrial Abdi masih ada di dalam,” singkatnya.

Dalam pemantauan, bukan hanya bagian dalam saja yang dikunjungi tim penyidik KPK tapi juga mobil dinas yang dipergunakan Gubernur Riau juga diperiksa.

Sementara itu diketahui, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syarial Abdi dan kepala bagian (Kabag) Protokol Setdaprov Riau Raja Faisal juga ikut dibawa di dalam salah satu delapan mobil berwarna hitam bersama tiga koper yang diduga berisikan dokumen-dokumen.

Akan tetapi, pada Selasa (11/11/2025), setelah sempat dibawa tim KPK, Syahrial Abdi, terlihat kembali menjalankan aktivitasnya seperti biasa pada Selasa (11/11/2025) pagi.

Syahrial Abdi terlihat tengah menghadiri rapat koordinasi dalam rangka pengendalian inflasi tahun 2025 di RCC Menara Lancang Kuning, Kantor Gubernur Riau.

Namun, Syahrial Abdi tak lama menghadiri kegiatan yang dirangkaikan dengan pembahasan pertumbuhan ekonomi daerah triwulan III dan evaluasi dukungan pemerintah daerah dalam program 3 juta rumah secara virtual dengan kementerian/lembaga tersebut.

[]

You May Also Like