ARASYNEWS.COM – Makam Datuk Keramat Malin Putih berlokasi di Desa Kota Parit, Simpang Kanan Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Makam ini dahulunya tidak diketahui keberadaannya, ditemukan oleh orang-orang tetua terdahulu.
Dikutip dari berbagai cerita masyarakat dan sejarah pendidikan, makam keramat ini ditemukan oleh Mahlen Nasution. Ia mendapat sebuah mimpi, kemudian langsung beliau mencari tau asal usul kebenaran makam itu, baik itu dari keturunan atau silah-silah tentang makam, dan ditemukan di desa Kota Parit.
Makam tersebut disebut dengan makam keramat karena pada mimpinya yang kedua mendapat perintah untuk mengambil batu dari makam tersebut.
Mahlen terbangun ditengah malam lalu ia mengambil batu, dan setelah beliau mengambil sebuah batu dari makam tersebut.
Banyak hal yang tidak terduga yang terjadi dalam hidupnya, diantaranya nazar yang dapat tercapai ataupun kesulitan dalam hidupnya dapat ia lalui dengan mudah.
Tidak ada yang mengetahui asal usul dan keturunan dari makam tersebut.
Makam Keramat ini memiliki mitos dan fakta yang mencengangkan dan jarang diketahui oleh masyarakat.
Banyak kejadian-kejadian aneh yang kerap terjadi. Dahulunya jalan yang menuju makam tersebut juga merupakan jalan lintas bagi para nelayan dari desa kota parit menuju ke kubu.
Banyak kejadian yang dialami, seperti sering dijumpai ular besar namun anehnya apabila masuk dalam kelambu makam itu, ular itu tidak akan mengganggu. Selain itu juga ada penampakan harimau.
Masyarakat di desa Kota Parit percaya saat melewati jalan pada makam tersebut dilarang melakukan hal-hal yang bertentangan diantaranya agar jangan berbuat tidak baik, berbicara bahasa kotor, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pada dasarnya masyarakat percaya bahwa makam tersebut suci dan tidak boleh ada hal-hal yang mengganggu disekitar makam tersebut.
Dirangkum dari berbagai sumber, pada tahun 1880-an, ada makam seorang keturunan raja dari melayu yang Bergelar Datuk Keramat Malin Putih.
Dari cerita yang beredar di masyarakat banyak peninggalan yang tertinggal pada masa itu, namun disembunyikan oleh makhluk halus, masyarakat setempat menyebut dengan orang bunian. Dikawasan makam juga ada barang-barang antik yang tidak dapat terlihat.
Faktanya kalau ada orang yang menemukan benda-benda antik di kawasan makam, lalu mereka mengambilnya, maka mereka akan tersesat dan tidak mengetahui jalan pulang, tetapi setelah mereka meletakkan barang itu kembali, barulah mereka bisa menemukan jalan pulang.
Barang-barang antik peninggalan yang tersembunyi di kawasan itu seperti benda-benda berbentuk emas. Namun sampai sekarang tidak akan ada yang bisa mengambil barang antik itu, walaupun orang pintar.
Orang tetua terdahulu yang menemukan makam tersebut membangun tembok. Dan juga diceritakan ada makam lain di kawasan itu yang terpisah.
Akhirnya makam itu didekatkan sehingga terbentuklah dua makam disitu. Dikatakan, makam yang satu lagi adalah makam istri Datuk Malin Putih. []