Karhutla di Riau Semakin Meluas, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca dan Kirim Bantuan Heli

ARASYNEWS.COM – Hingga saat ini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi hampir tiap kabupaten kota di provinsi Riau. Sementara itu, tim penanggulangan bencana tengah berupaya melakukan pemadaman.

Dalam data sudah puluhan lahan dan hutan yang terbakar. Dan dampaknya menimbulkan asap yang mengganggu pernapasan.

Untuk menanggulangi karhutla ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Dan operasi ini dilaksanakan selama tujuh hari terhitung mulai Senin (21/7/2025).

Dari keterangan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D yang dikutip, operasi ini akan diperpanjang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Modifikasi cuaca ini menggunakan pesawat Cessna PK-SNL (C 208 B) yang didatangkan dari Bandara Pondok Cabe, Pamulang, Banten.

Operasi dilakukan dengan menaburkan bahan semai seperti Natrium Klorida (NaCl) atau garam dapur ke dalam awan potensial, sehingga awan dapat mengandung cukup air dan menghasilkan hujan di lokasi titik api.

“Operasi ini untuk mempercepat proses turunnya hujan yang untuk membantu proses pemadaman,” dikutip dalam keterangannya, Senin (21/7)

BNPB juga menggunakan Kalsium Oksida (CaO) atau kapur tohor untuk mengurai partikel asap dan gas hasil kebakaran, terutama saat asap tebal menghambat proses pembentukan awan. Dan setelah udara kembali bersih, penyemaian garam akan dilakukan guna memicu hujan.

“Operasi Modifikasi Cuaca di Riau ini untuk memicu hujan agar turun di lokasi titik api,” terang Abdul Muhari.

Sementara itu, pemerintah pusat juga telah mengirimkan armada untuk membantu proses pemadaman memalui udara.

“Helikopter juga ditambahkan, baik heli patroli maupun heli water bombing, sesuai dengan saran dari Kalaksa kita tambahkan,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto, Senin (21/7) di Lanud RSN Pekanbaru.

“Ada tiga unit heli untuk diperbantukan di Riau. Kemarin sudah masuk lagi satu heli water bombing, dan hari ini akan langsung mulai beroperasi. Kemudian pada hari Rabu, kita akan masukkan tiga unit lagi,” jelas dia.

“Dalam beberapa hari ke depan akan ada lima unit helikopter water bombing yang dikerahkan di wilayah Riau,” sambungnya.

Ia berharap penambahan armada ini dapat mempercepat proses pemadaman terutama saat operasi modifikasi cuaca belum maksimal karena ketiadaan awan untuk dijadikan hujan.

“Unit yang dikirimkan pemerintah pusat ini tolong digunakan saja. Ada heli water bombing yang bisa dikerahkan kemana-mana. Nanti langsung dibawah kendali operasi,” tukasnya.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur, menyambut baik keputusan penambahan helikopter water bombing dari BNPB.

“Alhamdulillah, tadi hasil rapat dengan Pak Kepala BNPB, Riau akan dibantu dengan tambahan upaya water bombing-nya sehingga menjadi lima unit. Ini akan sangat membantu memperluas jangkauan operasi udara,” sebut Jim Gafur.

Keberadaan heli water bombing, kata Jim Gafur, sangat vital dalam penanganan karhutla di beberapa titik rawan yang sulit diakses oleh tim darat.

“Penambahan heli ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar daerah dalam menekan kebakaran lahan di Riau yang rawan karhutla di Indonesia,” pungkasnya.

[]

You May Also Like