ARASYNEWS.COM – Masyarakat yang lahannya sudah diratakan untuk pembangunan ruas jalan tol melakukan protes dan berunjuk rasa. Mereka menuntut agar pelunasan lahan dilakukan segera.
Aksi ini dilakukan di proyek pembangunan jalan tol di Rimbo Panjang kecamatan Tambang, kabupaten Kampar. Mereka menutup akses jalan proyek dengan kayu dan seng serta memasang spanduk. Hal ini dilakukan sejak Selasa (17/9/2024).
Ada puluhan warga yang protes yang lahannya terdampak proyek pemerintah provinsi dan pemerintah pusat ini.
Adapun ruas jalan tol ini nantinya menghubungkan kota Pekanbaru dan kota Rengat.

Salah satu pemilik lahan yang lahannya sudah diratakan dan ditimbun, Marshal Ahmedi mengatakan, pengelola jalan tol memberikan batas waktu pembayaran mulai dari bulan Maret 2024 hingga Mei 2024. Namun yang disesali adalah hingga September ini belum terealisasi.
“Ini supaya pihak yang berwenang mengambil keputusan untuk pembayaran uang ganti kerugian dari lahan kami yang dipakai untuk jalan tol, tapi sampai saat ini kami belum terima. Kami sudah cukup lama menunggu ini sudah tujuh bulan lamanya,” ungkap Marshal Ahmedi, dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (18/9).
Diketahui, nominal pembayaran uang ganti kerugian ini bervariasi tergantung dari luas lahan yang terdampak.
Disisi lain, mereka juga telah menyampaikan hal ini kepada pihak pengelola. Dan beberapa mereka telah ada yang menerima uang ganti rugi.
Masyarakat berharap permasalahan ini segera selesai, sehingga pembangunan jalan tol dapat berjalan.
Selain itu, permasalahan yang mereka dapati ini agar dapat didengar pemerintah pusat, seperti presiden, menteri PUPR, dan menteri ATR BPN.
[]