ARASYNEWS.COM, TELUK KUANTAN – Iven nasional festival Pacu Jalur sedang berlangsung mulai 20-24 Agustus 2025. Festival ini digelar di Tepian Narosa, Sungai Batang Kuantan, Teluk Kuantan kabupaten Kuantan Singingi provinsi Riau.
Iven ini masuk dalam 110 iven unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf Republik Indonesia.
Ada ratusan jalur atau perahu panjang dengan ukiran khas dari tiap-tiap daerah yang diperlombakan di Sungai Batang Kuantan. Dan perlombaan ini tentunya menjadi daya tarik, terutama adanya anak perahu yang menari di atas perahu yang melaju di atas air.
Tidak hanya menyajikan kemeriahan perlombaan, datang ke Teluk Kuantan, sangat disayangkan jika tidak mencicipi berbagai kuliner khas daerah.
Ada banyak makanan dan minuman khas yang disajikan para pedagang di sekitar lokasi acara. Salah satunya adalah gelamai.
Kue gelamai ini menjadi salah satu yang kerap dihadirkan dalam setiap perhelatan besar. Kue ini dibalut dengan bungkus daun pisang atau juga dibungkus anyaman daun kelapa yang telah dikeraskan. Sekilas mirip dodol atau jenang, terbuat dari campuran tepung beras ketan, gula aren, dan santan.
Proses pembuatan kue gelamai ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Mulai dari proses memasaknya hingga pada bagian pengemasannya.
“Proses pembuatannya membutuhkan waktu lumayan lama supaya bisa teksturnya kenyal,” kata salah satu pedagang, Rabu (20/8).
Kue ini banyak dijajakan pedagang umkm dan tersusun dengan rapi. Dan ada rasa yang khas saat mencicipinya.
“Kue khas Kuansing ini bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh. Hanya ada di Kuansing,” tukas salah seorang pedagang.

Jajanan khas lainnya adalah lemang yang dibungkus di dalam batang bambu, dan juga ada kue belanak, dan masih banyak lagi.
Bagi masyarakat Kuansing, kue-kue ini bukan sekadar camilan, tetapi juga bagian dari tradisi yang selalu hadir dalam acara adat, hari raya besar, perayaan, hingga penyambutan tamu.