Bobibos: Biofuel Nabati yang Ramah Lingkungan

ARASYNEWS.COM – Kreatifitas dan terobosan yang ramah lingkungan buatan anak bangsa menghasilkan Bahan bakar nabati bernama Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos).

Bahan bakar alternatif ini datang dari Jonggol, di Bogor yang diciptakan M Ikhlas Thamrin bersama tim risetnya.

Bobibos diklaim memiliki performa setara Pertamax Turbo (RON 98) namun dengan harga jauh lebih murah, yang hanya sekitar Rp4.000 per liter.

“Kita mencari bahan bakar yang murah, emisinya rendah, tidak abal-abal, dan aman untuk kendaraan tanpa modifikasi,” dikutip dari keterangan Thamrin saat peluncuran di Jonggol, November 2025.

Dalam uji coba di lapangan, Bobibos menunjukkan hasil mengesankan. Mobil diesel dan bensin yang diuji mencatat efisiensi hingga 40% lebih irit, serta emisi gas buang yang hampir nol. Bahkan, kendaraan seperti Toyota Fortuner mampu menempuh jarak 1:14 km per liter, naik signifikan dibandingkan dengan BBM biasa.

Yang menarik, bahan baku Bobibos berasal dari tanaman lokal di lahan pertanian dan menjadikannya bukan hanya energi bersih, tapi juga pemberdayaan bagi petani Indonesia.

Dengan harga yang bersahabat dan kualitas yang kompetitif, Bobibos diyakini bisa menjadi salah satu tonggak penting dalam transisi energi nasional menuju kemandirian energi berkelanjutan.

Bobibos, inovasi energi baru terbarukan (EBT) asal Indonesia

Bobibos yang merupakan bahan bakar nabati ini menjadi penemuan yang mencengangkan. Karena di saat harga BBM fosil masih fluktuatif, penemuan ini menjanjikan “surga” bagi para pemilik kendaraan.

Bobibos itu bahan bakar super murah, berkualitas tinggi, dan bisa langsung “dituang” tanpa modifikasi mesin.

Bobibos dikembangkan oleh M. Ikhlas Thamrin dan timnya, dengan visi menciptakan bahan bakar transisi energi yang tidak menyusahkan rakyat, seperti bahan bakar yang mentenagai baterai yang saat sekarang masih menjadi kekhawatiran karena dampaknya.

“Kita cari bahan bakar yang murah, emisinya rendah dan aman untuk kendaraan tanpa modifikasi,” ujar Thamrin saat peluncuran.

Inilah bagian yang membuat para pejabat dan pihak istana hingga negara lain terkejut.

Harga Bobibos diperkirakan hanya sepertiga dari harga BBM fosil sekelasnya. Adapun harga Pertamax Turbo (RON 98) saat ini : Rp 13.100 / liter. Sementara itu, harga Bobibos (setara RON 98) diperkirakan hanya : Rp 4.300 / liter.

Kualitasnya diklaim setara bahkan di atas RON 98 (Pertamina Turbo). Hasil uji coba performanya yakni emisi yang diklaim hampir nol. Tentang jarak tempuh kendaraan (yang dicontohkan pada Toyota Fortuner) meningkat signifikan, dari yang tadinya 1:10 km menjadi 1:14 km

Adapun bahan bakar ini disebut 100% bahan bakar nabati (biofuel). Bahan bakunya berasal dari tanaman lokal yang tumbuh di lahan persawahan, menjadikannya energi yang ramah lingkungan dan mendukung penuh kemandirian nasional.

“Bahan bakunya dari tanaman, artinya bisa diproduksi di seluruh Indonesia,” jelas Thamrin.

Thamrin bersama tim menegaskan inovasi ini telah dipatenkan dan yang paling penting telah mendapat sertifikasi resmi dari Lemigas di bawah Kementerian ESDM.

Akan tetapi, meski sudah dibuktikan dengan hasil uji laboratorium yang sah secara teknis dan telah dilakukan pameran ke kalangan pengusaha besar dan Istana, tapi belum ada tindak lanjut konkretnya. Namun Thamrin tetap optimis.

“Kalau dulu Jonggol dikenal dengan Wakwaw, sekarang saya ubah dengan Bobibos,” ujarnya penuh semangat.

Bobibos Siap Saingi BBM Fosil

Founder bahan bakar lokal asal Indonesia, M Ikhlas Thamrin, mengumumkan langkah besar pembangunan jaringan SPBU Bobibos dan perusahaan swasta di seluruh Indonesia.

Adapun tujuannya agar masyarakat juga bisa menikmati bahan bakar berkualitas tinggi dengan harga merakyat.

“Bobibos ingin jadi energi rakyat yang hadir dari Sabang sampai Merauke,” ujar Ikhlas.

Ia bersama tim bahkan telah siapkan BosMini, versi SPBU kecil buat daerah terpencil.

Bobibos ini bukan sembarang bahan bakar. Dibuat dengan proses biokimia lima tahap ekstraksi tanaman, menghasilkan bahan bakar beroktan tinggi, ramah lingkungan, dan emisi rendah. Dan performa yang dihasilkan diklaim bisa bersaing sama BBM konvensional.

[]

You May Also Like