BI Proyeksikan Modal Asing Masuk ke Indonesia Masih Seret Hingga Satu Tahun Mendatang

ARASYNEWS.COM – Bank Indonesia (BI) masih belum bisa memastikan masuknya modal asing ke Indonesia hingga satu tahun kedepan. Hal ini lantaran perekonomian global saat ini masih dibayangi ketidakpastian lantaran masih dalam pandemi Covid-19.

Kendati demikian sejumlah negara penopang perekonomian dunia sudah menunjukkan pemulihan dari wabah corona ini, modal asing diperkirakan masih akan bergerak terbatas.

Rantai pasok global hingga krisis energi jadi sederet isu yang masih akan membayangi pergerakan ekonomi negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wira Kusuma mengatakan, aliran modal asing ke Tanah Air pun bakalan terpengaruh oleh kondisi tersebut.

“Modal asing yang masuk ke Indonesia diproyeksikan masih akan seret hingga satu tahun mendatang. Dampaknya, terbatasnya aliran modal dari luar ini bakal turut membuat nilai tukar mengalami pelemahan,” kata Wira, dalam keterangannya, pada akhir pekan kemarin.

“Ini menunjukkan delay produksi disebabkan suplai bahan baku sedikit terhambat, delay-nya semakin lama sejak 2021 itu sudah turun terus. Jadi ketidakpastian pasar keuangan global belum sepenuhnya mereda sampai saat ini,” ujar Wira.

Dalam dokumen yang dipaparkan Wira, tampak bahwa nilai tukar rupiah pada 17 November 2021 tercatat melemah 0,53 persen secara point to point. Nilai tukar ini melemah 0,56 persen bila dibandingkan dengan level pada Oktober 2021.

Nilai tukar rupiah ini juga tercatat mengalami depresiasi sebesar 1,35 persen secara year to date (ytd). Meski begitu, menurutnya angka tersebut masih cukup baik bila dibandingkan Malaysia hingga Filipina.

Adapun yang bakal mempengaruhi aliran modal ke depan, sambung Wira, yakni mulai dari perkembangan fed fund rate (FFR), yield differential hingga perbedaan tingkat suku bunga dengan Amerika Serikat (AS).

“Dengan perkembangan global dan domestik di RDG 18 November 2021, suku bunga tetap 3,5 persen. Ini sejalan dengan menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian dan inflasi masih rendah,” tukasnya.

BI mencatat aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik pada minggu ketiga November 2021 mencapai Rp 2,32 triliun.

“Berdasarkan data transaksi 15-18 November 2021, non residen di pasar keuangan domestik jual neto Rp2,32 triliun,” tulis Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi, Sabtu (20/11) kemarin.

Dari jumlah tersebut, aliran modal asing yang keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 0,05 triliun dan yang keluar dari pasar saham sebesar Rp 2,27 triliun.

Secara tahun berjalan atau sepanjang 2021, aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri mencapai Rp 16,82 triliun (year to date/ytd). []

You May Also Like