ARASYNEWS.com — Viral terlihat sebuah bangunan yang dipergunakan untuk sarana belajar mengajar, yakni sekolah, yang berdinding triplek, beratap seng, dan fasilitas didalamnya yang miris terlihat.
Bangunan itu terdapat di wilayah kecamatan Tapung, kabupaten Kampar provinsi Riau. Merupakan sekolah dasar jauh.
Kondisi itupun menjadi perbincangan di berbagai media usai diunggah oleh salah seorang gurunya, Romawati.
Ia menjelaskan bangunan fasilitas pendidikan tempatnya mengajar hampir 22 tahun tidak kunjung tersentuh perbaikan. Dan langkah itupun dilakukan sebagai bentuk keprihatinannya.

Usai viral, tak lama berselang, sekolah yang dipergunakan itu pun didatangi pejabat di kabupaten Kampar, yakni Wakil Bupati Kampar beserta Istri.
Namun, bukannya mendapat apresiasi, unggahan tersebut memicu kedatangan Wakil Bupati Kampar Misharti yang meminta agar permasalahan fasilitas sekolah dilaporkan langsung secara internal ketimbang diumbar di media sosial.
Usai pertemuan tersebut, Romawati akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas videonya yang dinilai berpotensi menyudutkan pemerintah daerah.

Pemkab Kampar Suruh Guru Klarifikasi Hasil Unggahan dan Minta Maaf
Guru yang sebelumnya membuat video kondisi sekolah dasar (SD) kelas jauh di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, memberikan klarifikasi setelah video tersebut viral di media sosial.
Dalam video sebelumnya, Romawati memperlihatkan kondisi bangunan sekolah yang berdinding triplek dan beratapkan seng.
Aksi keterbukaan Rohmawati yang memviralkan sekolah berdinding triplek di Kabupaten Kampar justru berujung dipanggil pejabat setempat. Sang guru diminta memberikan “klarifikasi” usai videonya memicu kegaduhan dan reaksi pedas publik di media sosial.
“Ini merupakan sekolah jauh, bergabung dengan sekolah SD 07 yang dipergunakan untuk membantu anak-anak karena lokasi sekolah jauh dari tempat tinggal,” terang guru tersebut, dikutip Rabu (23/9).

Sontak, apa yang diminta pejabat di Kampar ini bikin warganet makin geram. Padahal, sejak awal Rohmawati sudah memperjelas bahwa bangunan triplek itu adalah ruang kelas jarak jauh SD 007 Sungai Agung. Ia sebenarnya hanya ingin murid-muridnya itu mendapatkan fasilitas belajar yang layak.
“Mirisnya, para pejabat setempat baru menyampaikan pengakuan jujur bahwa mereka sama sekali tidak tahu ada sekolah berdinding triplek di wilayahnya setelah videonya viral,” komentar warganet.
Fenomena yang terjadi ini semoga menjadi pelajaran agar para pejabat benar-benar turun ke daerah melihat kondisi yang sebenarnya di lapangan serta mengabulkan keinginan dan harapan masyarakat.
[]
dok. Setdakampar/ istimewa