Viral Dulu, Baru Dapat Perhatian Pusat

Unggahan Bupati Siak yang viral tentang kondisi wilayah 3T akhirnya dapat perhatian pusat.

ARASYNEWS.com — Jika sebelumnya viral kegiatan kunjungan kerja Bupati Siak ke daerah 3T di wilayah kabupaten Siak, kini akhirnya mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Sebelumnya, Bupati Siak, Afni Zulkifli mengunjungi wilayah yang dipimpinnya di Kampung Teluk Lanus dan Dusun Mungkal, Kabupaten Siak, Riau.

Dalam kunjungan itu, ia terharu dan bahkan menangis melihat dan mengetahui kondisi di wilayahnya yang masih jauh dari perhatian.

Beberapa diantaranya adalah rumah dinas tenaga pengajar, sarana transportasi anak-anak sekolah, hingga program makan bergizi gratis (MBG) yang masih belum didapati.

Unggahannya itu pun viral di media sosial miliknya dan mendapat tanggapan komentar dari berbagai pihak. Dan ditonton jutaan orang dan telah direpost ribuan akun hingga menyebar secara nasional.

Ia juga menyebutkan meminta agar pusat turut hadir memberi perhatian terutama PAD-nya yang diberikan ke pusat hanya mendapat sedikit kembali ke daerah.

Pasca viral itu, bupati Siak pun mendapat kunjungan dari tim utusan wakil presiden RI.

“Sehari setelah video itu di unggah dan viral, staf saya dihubungi pihak Sekretariat Wakil Presiden. Mereka menyatakan video itu mendapat atensi dari Bapak Wakil Presiden dan meminta segera turun tim melihat kondisi di wilayah 3T Siak. Ini saya dapat info tim sudah di Pekanbaru, kami janjian ketemu di Bandara karena saya harus ke Jakarta berjuang soal DBH Migas siak,” ungkap Afni, Ahad (4/10), dalam keterangannya yang dikutip.

Kunjungan itu diterimanya pada Sabtu kemarin, ada delapan orang yang datang dari pusat

Diterangkannya, tim yang datang menanyakan akses menuju lokasi, termasuk transportasi dan penginapan.

“Kami menjelaskan kondisi dan akses ke sana hanya bisa dilalui kapal. Itupun status kapalnya kami sewa untuk akses satu-satunya rakyat 3T dan juga tidak setiap hari ada, hanya tiga kali seminggu,” terang Afni.

Ia juga mengungkapkan bahwa di kawasan tersebut tidak ada penginapan yang memadai.

Kondisi-kondisi yang digambarkan Afni merupakan tantangan yang masih dihadapi masyarakat di wilayah 3T Siak.

Ia juga menjelaskan, salah satu yang menjadi perhatian Wapres RI adalah belum beroperasinya layanan MBG di wilayah tersebut. Dan Afni menyebutkan, dapur SPPG sebenarnya sudah ada, namun hingga kini belum beroperasi.

Yang lainnya, yang juga menjadi perhatian pusat adalah akses jalan, sarana pendidikan, kesehatan hingga sektor pertanian.

Sementara itu, akses menuju Teluk Lanus menggunakan kapal yang hanya dengan waktu tertentu dan memakan waktu sekitar enam jam.

Afni mengakui dan memohon maaf karena tidak dapat mendampingi tim khusus dari Wapres secara langsung karena harus berangkat ke Jakarta bersama Ketua DPRD Siak dan Badan Anggaran DPRD Siak. Mereka dijadwalkan mempertanyakan proyeksi Transfer ke Daerah (TKD), khususnya Dana Bagi Hasil (DBH) migas untuk 2027.

“Saya tidak bisa menerima mereka hari ini karena saya berangkat ke Jakarta bersama Ketua DPRD dan Banggar DPRD Siak. Besok kami diterima Bapak Dirjen perimbangan keuangan untuk mempertanyakan proyeksi APBN 2027 yang menurunkan DBH Migas. Kami mau mempertanyakan apa dasar perhitungannya. Pusat harus transparan pada daerah,” ujar Afni.

Afni menyebut, berdasarkan proyeksi yang mereka terima, DBH migas Siak pada 2027 berpotensi dipangkas sekitar 70 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan penjelasan utuh dari Kementerian Keuangan. Karena itu kedatangan tim Wapres akan didampingi oleh Wakil Bupati Syamsurizal.

“Saya sampaikan tim ini nanti akan diterima oleh Bapak Wakil Bupati dan jajaran. Saya juga minta Pak Wakil Bupati menunjukkan bagaimana kondisi kenyataan di lapangan di wilayah 3T,” ujarnya.

Afni menegaskan, persoalan wilayah 3T di Siak harus dilihat secara utuh. Sebagai daerah penghasil minyak, industri kehutanan dan perkebunan sawit, masih terdapat masyarakat yang belum menikmati akses dasar secara layak.

“Di Siak ini meskipun kami kaya sebagai penghasil minyak, sumber industri kehutanan, lalu juga sawit, masih ada wilayah 3T yang sampai hari ini belum memiliki akses jalan darat,” katanya.

Ia berharap kunjungan tim pemerintah pusat tersebut menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat, bukan sekadar kunjungan seremonial.

“Kita sama-sama berharap turunnya tim ini bukan cuma seremoni, tetapi betul-betul memberikan solusi untuk persoalan yang ada di wilayah 3T Siak,” kata Afni

“Syukur-syukur dengan kedatangan tim ini bisa melihat langsung kondisi wilayah 3T dan memberikan solusi konkrit,” harap Afni.

[]

Next Post

No more post

You May Also Like