Allah Berfirman Bagi Kaum Muslimah yang Suka Berswafoto dan Diunggah di Media Sosial

ARASYNEWS.COM – Media sosial mainstream saat ini yang paling banyak dipergunakan adalah Instagram, Facebook, TikTok, dan Twitter. Keberadaan media sosial ini tak bisa lepas dari keseharian masyarakat.

Dalam aplikasi ini tidak sedikit pengguna mengunggah foto selfi dirinya sendiri. Pengguna menampilkan kesehariannya sebagai tempat menyimpan kenangan atau memori. Tapi terkadang ada terlihat foto dengan tampilan yang tidak sopan dengan mengenakan pakaian muslimah. Bukan itu saja, bahkan pengguna juga menampilkan goyangan yang mengandung dosa akibat mempertontonkan lekuk tubuhnya.

Bagaimana fikih Islam memandang persoalan swafoto ini?

Foto, baik dilakukan Muslim maupun Muslimah dalam Islam pada dasarnya adalah perkara muamalah yang hukumnya boleh.

Dalam kaidah fikih, asal hukum muamalah adalah boleh sampai ada dalil yang mengharamkannya.

Sebagian pandangan memang berpendapat jika foto yang di dalamnya terdapat makhluk hidup bernyawa, maka hukumnya haram. Foto tersebut dianggap sama dengan gambar atau lukisan.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam HR Bukhari Muslim pernah bersabda, “Sesungguhnya, manusia yang paling keras disiksa di hari kiamat adalah pada tukang gambar (mereka yang meniru ciptaan Allah).”

Pandangan ini oleh beberapa kalangan dibantah dan dianggap tidak sama. Hal ini berlandaskan pada pendapat bahwa teknik pengambilan foto sama sekali berbeda dengan cara membuat lukisan. Dalam mengambil foto, tidak ada unsur meniru karena hasilnya didapat dari menangkap cahaya.

Tapi tentang swafoto yang diunggah, dikatakan mengikut hukum asal foto berarti hukumnya mubah. Halal dan haramnya bergantung dari tujuan atau niat yang akan berfoto.

Tidak mustahil swafoto ini dinilai berpahala bila digunakan untuk hal yang positif dan berguna. Namun, swafoto bisa menjadi haram bila digunakan untuk tujuan yang buruk, seperti riya atau pamer ataupun menampilkan yang negatif.

Landasan ini disampaikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam QS An-Nisa ayat 142:

إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَٰدِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوٓا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa: 142).

Perihal swafoto, kebanyakan pengguna media sosial sering mengunggah foto mereka, termasuk perempuan atau muslimah.

Ini diperlukan kehati-hatian lebih dan menjaga adab ketika berfoto, salah satunya menjaga aurat. Muslimah yang berswafoto diingatkan untuk tidak meniru gaya atau pose wanita jahiliyah yang berpotensi membangkitkan kejahatan.

Allah dalam Al-Qur’an kerap mengingatkan perempuan dan di-firman-kan dalam QS Ali Imran ayat 14:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ

Artinya: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran: 142)

Selain itu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam HR Bukhari bersabda, “Tidaklah ada sepeninggalku fitnah (cobaan) yang paling berbahaya bagi lelaki selain fitnah (cobaan) terhadap wanita.”

Dalam hadis lainnya, Rasulullah mengingatkan agar setiap umat-Nya berhati-hati akan fitnah yang ada di dunia. Dalam HR Muslim, Rasul bersabda,
“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah mempercayakan kalian untuk mengurusinya, Allah ingin melihat bagaimana perbuatan kalian. Maka berhati-hatilah kalian dari fitnah dunia dan takutlah kalian akan fitnah kaum wanita. Karena sesungguhnya fitnah pertama di kalangan Bani Isra’il adalah dalam masalah wanita.”

Fitnah atau cobaan yang bisa muncul dari unggahan swafoto di media sosial perlu diperhatikan. Fitnah yang muncul bisa lebih besar karena media sosial bisa diakses oleh siapapun, kapanpun, dan di manapun.

Dikutip dalam Tafsir Imam al-Qurthubi dituliskan, Ibnu Juwaiz Mandad seorang ulama besar Maliki berkata, “Jika seorang wanita itu cantik dan khawatir wajahnya dan telapak tangannya menimbulkan fitnah, hendaknya ia menutup wajahnya. Jika ia wanita tua atau wajahnya jelek, boleh baginya menampakkan wajahnya.”

Dalam HR Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian menjadi penolong setan untuk menggoda saudara kalian.”

Kehati-hatian dalam mengunggah foto dalam media sosial, juga menjadi salah satu cara bagi Muslimah untuk tidak menjadi pembantu setan. Setan memiliki banyak cara untuk menghasut dan membujuk laki-laki untuk terfitnah oleh perempuan. []

You May Also Like