ARASYNEWS.COM, BATUSANGKAR – Jalan di kabupaten Tanah Datar dan bahkan menuju pusat ibukotanya yakni, Batusangkar dibiarkan rusak dan berlubang. Jalan-jalan ini tidak mendapat perhatian kepala daerah yang sudah berganti beberapa kali.
Kondisi jalan ini juga pernah disinggung Menparekraf Sandiaga Uno saat dirinya bersama rombongan mengunjungi beberapa tempat wisata di Kabupaten Tanah Datar yang salah satunya Istana Basa Pagaruyung.
Ia menyentil, dengan mendatangkan wisatawan ke Tanah Datar dengan pariwisata, kuliner dan akses jalan yang baik.
Terlihat, hampir seluruh jalan utama di kabupaten Tanah Datar berlubang-lubang. Bahkan ada aspalnya yang sudah dibongkar namun belum ada tanda-tanda pengerjaan perbaikan lanjutan hingga berita ini diterbitkan.
Akibatnya, jalan yang menjadi akses masyarakat dan wisatawan ini dinilai membahayakan pengguna jalan karena rawan kecelakaan.
“Sudah hampir tiga bulan jalan ini dibongkar, tapi dibiarkan saja. Ini sangat membahayakan pengguna jalan, bahkan sampai saat ini sudah lima pengguna motor terjatuh,” kata salah seorang perwakilan warga di tempat asalnya Wakil Bupati Tanah Datar saat ini.
Ia juga menyebutkan, bukan hanya di lokasinya saja, tapi diberbagai lokasi lainnya yang ia tempuh juga terlihat seperti itu, meskipun sudah beberapa kali pergantian kepala daerah.
Salah satu yang disebutkannya adalah akses jalan dari kota Batusangkar menuju Danau Singkarak dan akses jalan menuju kota Payakumbuh.
Diungkapkannya, setiap melintas saat hujan dan juga malam hari, kerap ia temui korban kecelakaan akibat kondisi jalan yang berbahaya dilalui.
“Bukan hanya kondisi jalan yang tidak diperhatikan pejabat di daerah, tapi lampu penerangan jalan juga minim, sehingga banyak kendaraan yang terperosok dan melakukan pengereman mendadak,” diungkapkan salah seorang warga lainnya.
Atas inisiatif warga di daerah, mereka juga menyumbang semen dan menutup beberapa lubang yang menganga cukup besar.
Ia mewakili masyarakat di Tanah Datar berharap, jalan-jalan yang ada agar dapat perhatian untuk diperbaiki segera sebagaimana janjinya dalam kampanye. Ini juga agar tidak lagi ada korban dari pengguna jalan yang melintas.
“Kita masih menantikan hasilnya kepala daerah yang telah beberapa kali alami pergantian ini. Kalau tidak salah sudah empat kali pergantian sejak tahun 2000-an,” ungkapnya.
Hal yang senada juga disampaikan pengguna jalan di Rambatan, ia mengungkapkan bahwa kendaraannya dan kendaraan yang lainnya kerap mengalami kerusakan akibat kondisi jalan.
“Saya berharap masalah ini cepat diselesaikan biar tidak ada lagi pengguna jalan yang dirugikan, khususnya bagi warga di daerah,” tukasnya.
Selain itu, yang disesali masyarakat adalah selama ini jalan yang diaspal adalah hanya dengan menambalnya saja dan hasilnya bergelombang atau tidak rata.
Untuk diketahui sejak pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar Eka-Richi pada 26 Februari 2021 kemarin, maka pada 27 Mei 2021 esok adalah genap 100 hari pertama dibawah pemerintahannya. Dan hingga kini, belum semua target dalam visi dan misi yang telah diselesaikan. Sedangkan masyarakat membutuhkan hasil yang nyata sesuai janji demi kepentingan bersama. []