ARASYNEWS.COM, TEMBILAHAN – Seekor buaya berhasil dievakuasi Tim Reaksi Cepat Dinas (TRC) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Indragiri Hilir (Inhil) di Desa Sungai Piyai Kecamatan Kuindra, Inhil, Riau, Ahad (20/2/2022).
Buaya muara berbobot 700 kilogram itu dievakuasi setelah BBKSDA Riau melalui Resort Kerumutan Selatan, Bidang KSDA Wil. I mendapat laporan bahwa pada hari Jum’at (18/2/2022) yang telah lakukan penyerangan terhadap seorang warga bernama Nurlela (30) yakni seorang wanita ibu rumah tangga beralamat di Sungai Lundu, Dusun Tok Maroy, Desa Sungai Piyai, Kecamatan Kuindra, Kabupaten Inhil.
Dalam operasi kali ini TRC DPKP Inhil tidak memerlukan waktu lama untuk menangkap dan mengevakuasi buaya bobot 700 Kg dan panjang 5 meter lebar 88/90 centimeter tersebut.
“Jumlah anggota yang diberangkatkan sebanyak 14 orang, termasuk 2 orang tenaga medis. Alhamdulillah kita mendapatkan target (buaya) yang kita inginkan dan tidak memakan waktu yang terlalu lama,” jelas Kepala DPKP Inhil, Drs H Eddiwan Shasby MM dalam keterangannya kepada awak media, Senin (21/2/2022).
Eddiwan menjelaskan, TRC DPKP Inhil berangkat dari Tembilahan menuju ke Desa Sungai Piyai menggunakan speed boat sekitar pukul 09.00 WIB, TRC DPKP Inhil berhasil menangkap dan mengamankan buaya tidak lama berselang, sekitar pukul 14.00 WIB.

“Target buaya sudah tertangkap dan langsung dibawa ke Tembilahan menggunakan speed boat. Jam 5 sore buaya sudah berhasil di evakuasi sementara ke Markas komando Damkar Inhil,” jelasnya.
Menurut Eddiwan, operasi yang dilaksanakan kali ini di luar respontime dari Markas komando Damkar Inhil. Operasi dengan koordinasi yang baik dan mematangkan setiap tindakan atau eksekusi agar lebih efektif.
“Kita mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam penugasan serta sinergisitas di antara anggota. Dalam operasi satwa liar buas atau dilindungi seperti ini, tetap mengutamakan agar satwa atau buaya tidak cedera.

Ditempat terpisah, Kepala Bidang KSDA Wil. I Balai Besar KSDA Riau, Andri Hansen Siregar mengatakan, bahwa laporan didapat dari seorang saksi bernama Pirman pada Jum’at (18/2/2022) sekitar pukul 17.00 WIB.
“Dari keterangan saksi, bernama Pirman, ibu Nurlela sedang mengambil air di sungai untuk kebutuhan mandi dan mencuci, baru saja korban mengayunkan tangan ke sungai, tiba tiba tangannya langsung diterkam dan ditarik oleh Buaya yang cukup besar. Spontan saja korban langsung memukul mulut Buaya dengan tangan dan berteriak minta tolong, hingga akhirnya gigitan Buaya di tangan korban terlepas,” terang Andri.
“Akibat serangan buaya tersebut, korban mengalami luka robek di tangan kiri +/- sepanjang 20 cm. Kepala Desa Sungai Piyai meminta bantuan Bupati Inhil untuk menangkap dan mengevakuasi Buaya muara tersebut,” terangnya.
“Kemudian, pada hari Minggu, 20 Pebruari 2022, Dinas DPKP Kab. Inhil menurunkan Tim TRC untuk melakukan penangkapan dan evakuasi terhadap satwa Buaya yang telah menyerang warga tersebut. Setelah melakukan penyisiran +/- 2 jam, Buaya muara berhasil ditangkap dan dievakuasi ke Mako Dinas DPKP Kab. Inhil yang disaksikan oleh Bupati Inhil M. Wardan,” terang dia.
Dijelaskannya, panjang Buaya +/- 5.20 meter dan berat +/- 700 kg. Saat ini satu ekor satwa Buaya muara diamankan di kandang transit Mako Dinas DPKP Kab. Inhil sambil menunggu keputusan pelepasliaran yang akan dilakukan di habitatnya yang jauh dari pemukiman penduduk sehingga tidak menimbulkan konflik baru dengan manusia. []