Kabut Asap Hilang Timbul Selimuti Kota Pekanbaru dan Sekitarnya

ARASYNEWS.com — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyisakan kabut asap yang menyelimuti kota Pekanbaru. Pada Senin (7/9/2026) kabut asap tipis masih terlihat jelas.

Kondisi itu turut memengaruhi kualitas udara dan menggangu kesehatan.

Dikutip dari pemantauan yang dilakukan IQAir pada Senin pagi, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Pekanbaru berada di angka 187 atau masuk kategori tidak sehat. Polutan utama PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 106,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Kondisi tersebut menunjukkan konsentrasi partikel halus di udara masih cukup tinggi.

Kondisi kualitas udara yang tidak sehat ini menyerang kelompok masyarakat yang sensitif seperti lansia dan anak-anak serta kelompok yang memiliki gangguan pernapasan.

Sementara itu, pemerintah kota (pemko) Pekanbaru, melalui walikota dan wakil walikota Pekanbaru telah turun ke sejumlah fasilitas kesehatan, yakni puskemas, untuk mengecek kesiapsiagaan peralatan dan pelayanan.

Ada sebanyak 21 puskemas yang telah disiapkan sebagai posko layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.

Ini dilakukan akibat kualitas udara di kota Pekanbaru dan sekitarnya yang memburuk yang memicu sejumlah gangguan kesehatan.

Dalam dua hari ini, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan kondisi normal.

“Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,” kata Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar, Senin (7/9/2026).

“Seluruh Puskesmas harus siap menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap,” imbuhnya.

“Rata-rata kasus per hari mencapai 300 lebih. Dengan kondisi tersebut, keberadaan 21 Puskesmas harus siap memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama bagi warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan akibat memburuknya kualitas udara,” terangnya.

Dilain hal, Pemko Pekanbaru juga mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik di sekolah-sekolah yang ada di wilayah kota Pekanbaru.

Pemerintah juga kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik mulai tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP di Kota Pekanbaru.

Kebijakan tersebut diberlakukan untuk dua hari ini, yakni pada 7-8 September 2026 sebagai langkah antisipasi dampak buruk kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat. Dan akan direvisi setelah melihat perkembangan kualitas udara.

Kebijakan PJJ sekaligus menjadi upaya Pemko Pekanbaru mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan selama kondisi udara belum kembali membaik.

Lebih lanjut, diimbau kepada masyarakat untuk memberi perlindungan diri dengan menggunakan masker ataupun kacamata saat beraktivitas di outdoor.

[]

Next Post

No more post

You May Also Like