ARASYNEWS.COM — Tulisan peninggalan yang dibuat pada zaman dahulu mulai bermunculan. Tulisan itu terukir pada batu-batu sebagai penanda kekeringan yang pernah melanda.
Selain itu, bangkai kapal Nazi, bom peninggalan perang dunia ke-2, bahkan bangkai sisa-sisa mamut mulai bermunculan. Penampakan ini terlihat di sungai-sungai di Eropa.
Tapi, mungkin jejak sejarah yang paling menarik justru terukir di atas batu. Salah satu prasasti berbahasa Jerman berbunyi: “Wenn di mich siehst, dann weine” atau “Kalau kamu melihat ini menangislah”. Tulisan itu terukir pada batu penanda kekeringan di sungai Elbe, dekat kota Decin, Ceko, tidak jauh dari perbatasan Jerman.
Batu itu adalah salah satu penanda kekeringan yang dikenal dengan nama “Hungerstein” bahasa Jerman yang penanda hidrologis yang menunjukkan permukaan air yang sangat rendah.
Tulisan pada batu itu menunjukkan kekeringan yang paling terkenal di Eropa. Dikenal juga dengan “Batu Kelaparan”.

Selain di sungai Elbe, batu-batu serupa juga ditemukan di sistem sungai Rhein, Model, Mundesse, Waser, Danube. Batu-batu ini hanya terlihat ketika permukaan air sungai turun hingga sangat rendah.
Selama berabad-abad masyarakat menandai batu-batu ini setiap kali terjadi kekeringan ekstrem. Banyak diantaranya mencatat tahun-tahun seperti 1616, 1746, 1842. Catatan sejarah menunjukkan bahwa kekeringan pada masa itu berujung pada gagal panen, kelangkaan pangan, kenaikan harga pangan, dan kesulitan ekonomi.
Ukiran yang terlihat pada batu di sungai di Decin saat terjadi kekeringan parah pada 1904. Sementara itu, tahun tertua yang masih terbaca di batu tersebut adalah 1616.
Pada tahun 1904, air sungai menyusut sampai hanya sedalam 47 cm hingga tidak memungkinkan kapal-kapal untuk lewat.
Dari generasi ke generasi penanda tahun ketika kekeringan melanda terus ditambahkan hingga batu ini menjadi catatan sejarah yang membentang selama berabad-abad.
Batu-batu ini menjadi catatan langka tentang kekeringan jauh sebelum ada aktivitas pemantauan sungai seperti sekarang ini.
Batu-batu yang terlihat ini mengingatkan akan masa sulit di masa lalu. Sementara itu ada juga batu kelaparan lain yang dipajang di museum kota Schonebeck, yang dulunya terletak di dasar sungai dan dipahat oleh penduduk pada saat itu.
Menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2013 oleh tim ilmuwan dari Ceko, pada batu-batu yang pernah ditemukan itu tercatat tahun 1417, 1616, 1707, 1746, 1790, 1800, 1811, 1830, 1842, 1868, 1892, dan 1893″
“Hidup akan kembali makmur bila batu ini tak terlihat lagi,” tulis salah satu pahatan di batu itu.
“Yang pernah melihat saya satu kali, menangis. Yang melihat saya sekarang, akan menangis,” tulis pahatan yang lain.

Kini, pada tahun 2026, beberapa batu kembali terlihat ketika sungai-sungai mulai menyusut, mengungkap jejak sejarah kekeringan dan masa-masa sulit yang diukir oleh generasi terdahulu.
[]