SPBU di Pelalawan Ditutup Akibat Kebakaran, ini Awal Mula Timbulnya Api

ARASYNEWS.com — Beberapa dispenser di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di jalan Lintas Timur (Jalintim) di Riau mengalami musibah terbakar. SPBU itu berada di Desa Lubuk Terap, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan. Kejadian terjadi pada Jum’at (14/8/2026)

Dalam keterangan yang dikutip, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, menyebutkan api diduga muncul saat sebuah mobil jenis minibus sedang mengisi BBM jenis Pertalite.

Api membakar dispenser lalu cepat merambat hingga ke bagian atap SPBU dan dispenser BBM jenis solar.

Petugas SPBU langsung menyelamatkan diri, demikian juga dengan sopir mobil minibus.

Tahap awal dilakukan pemadaman dengan alat APAR, tetapi mengalami kesulitan.

Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari kobaran api.

Peristiwa tersebut menghebohkan warga dan pengguna jalan yang melintas.

Petugas damkar kemudian datang dan memadamkan api.

Terkait kejadian ini, SPBU ditutup sementara dan dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

Awal Mula Percikan Api di SPBU

Peristiwa terbakarnya dispenser di SPBU di Pelalawan bermula pada pukul 10.50 WIB. Saat itu petugas pengisian pompa 2 bernama Indah Permatasari (21) mengisi BBM jenis pertalite ke mobil LSUV warna hitam sebanyak 32 liter.

Setelah pengisian selesai dan tangki ditutup, sopir membayar Rp320.000, lalu menghidupkan mesin mobil. Namun, tiba-tiba langsung terdengar bunyi ledakan dan keluar asap dari kap mesin. Kaca pintu sopir juga pecah.

Petugas SPBU yang melihat kejadian itu langsung panik dan berlari menyelamatkan diri.

Api dengan cepat membesar dan membakar mobil tersebut. Posisi mobil yang terparkir di pompa 2 membuat api kemudian menjalar ke pompa 2 dan pompa 1.

Petugas SPBU berusaha memadamkan api secara manual. Tidak lama kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Pemerintah Kecamatan Pangkalan Kuras tiba di lokasi. Alhasil, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.45 WIB. Proses pemadaman memakan waktu 55 menit

‘’Kami meminta keterangan dari dua orang saksi, yaitu Indah Permatasari petugas pompa 2 dan Fitri Dwi Yanti (20) petugas pompa 1 untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran di SPBU tersebut,” kata Kapolres, dikutip Sabtu (15/8).

Dijelaskanya, dari hasil olah TKP awal, petugas kepolisian menemukan sejumlah fakta bahwa pengemudi mobil terpantau sedang melakukan video call ponsel saat pengisian BBM berlangsung. Meski mobil dalam keadaan mati.

Melakukan panggilan video call atau menelepon saat mengisi bahan bakar di SPBU dilarang keras. Pasalnya gelombang elektromagnetik dan potensi percikan listrik dari perangkat dapat menyambar uap BBM yang sangat mudah terbakar, serta mengganggu keakuratan mesin pompa.

“Pemilik mobil diketahui bernama Ari. Ia mengalami luka bakar di bagian bahu kanan. Saat ini, kita masih mencari keberadaan pemilik mobil tersebut guna proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

[]

Next Post

No more post

You May Also Like