ARASYNEWS.com — Padamnya listrik di Pulau Sumatera pada Jum’at malam menyebabkan banyak pelanggan yang mengalami kerugian, mulai dari barang-barang yang tidak berfungsi, hewan peliharaan yang mati, dan hingga ada yang meninggal dunia.
Di Nagari Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dua remaja meninggal dunia dan satu orang lainnya dirawat di rumah sakit. Ketiganya diduga keracunan akibat menghirup asap genset saat tertidur sembari mengisi daya ponsel di masjid.
Lokasi ini tepatnya berada di Masjid Nurul Huda, Tanjung Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Jumat (22/5/2026) malam.
Genset tersebut merek Motoyama SPG 2800 berbahan bakar bensin yang ditempatkan di kantor masjid.
Kapolsek X Koto, Iptu Martheriko, menerangkan bahwa peristiwa bermula saat para korban mendatangi masjid untuk mengisi daya ponsel karena listrik padam sejak pukul 18.40 WIB. Setelah mendapat izin pengurus untuk menghidupkan genset, tiga remaja – Haikal Arya Kamil, Gibran Ar Rasyid, dan Burhanuddin Hakim – tetap tinggal dan tertidur di ruangan takmir dengan kondisi pintu tertutup rapat dan genset masih menyala.
Nahas, pada Sabtu (23/5) pagi, para korban ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dengan mulut berbusa.
Korban atas nama Haikal ditemukan meninggal dunia di TKP, sementara Gibran dinyatakan meninggal dunia saat dievakuasi ke rumah sakit. Sedangkan Hakim, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Ibnu Sina Padang Panjang.
“Ketiga korban dibawa ke Rumah Sakit Yarsi Padang Panjang. Tiba di rumah sakit, dua orang dinyatakan meninggal dan satu lagi kritis,” kata Kepala Polsek X Koto Inspektur Satu Martheriko, ketika dihubungi dari Padang, Ahad (24/5/2026).
Identitas dua korban meninggal itu adalah Haikal Arya Kamil (15) dan Gibran Arrasyid (15). Adapun korban selamat adalah Burhanuddin Hakim (16).
Diterangkannya, ketiga korban bersama dua teman lainnya biasa main di masjid masuk ke kantor itu untuk mengecas ponsel. Sekitar pukul 00.00 WIB, dua remaja lainnya pulang, sedangkan ketiga korban tinggal karena biasanya memang tidur di sofa kantor masjid tersebut.
Saat masuk waktu subuh pada Sabtu, kata Martheriko, garim masjid kemudian mematikan genset di dalam kantor karena listrik sudah menyala. Ketiga remaja itu masih terbaring di sofa.
Sekitar pukul 05.30, ibu dari korban Gibran datang membangunkan putranya itu untuk berangkat sekolah. Sang ibu pun terkejut saat mendapati putranya tidak sadarkan diri dalam kondisi mulut berbusa. Sementara itu, korban lainnya ada yang kejang-kejang. Perempuan itu berteriak sehingga membuat warga sekitar terbangun.
Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Ronal Hidayat, menyatakan pihak kepolisian telah melakukan olah TKP untuk menyelidiki lebih lanjut peristiwa ini. Ketiga korban diketahui merupakan pelajar dari sekolah keagamaan setempat (PPMT Kototinggi, MTs Diniyah Pandai Sikek, dan MAN Koto Baru).
Terkaitnya kejadian ini, ia mengimbau agar semua pihak untuk tidak menyalakan genset di dalam ruangan tertutup. Dan juga mengajak bersama-sama untuk mengirimkan doa untuk para korban.
Sebagaimana diketahui, padamnya aliran listrik ini, disampaikan pihak PLN akibat adanya gangguan pada tower transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, pada Jum’at (22/5/2026) sore menjelang malam.
Disebutkan, dari hasil penelusuran PLN, gangguan pada transmisi tersebut dipicu oleh cuaca buruk yang berdampak pada sistem kelistrikan Sumatera.
Selanjutnya, petugas PLN melakukan inspeksi di lokasi tower transmisi untuk mempercepat proses pemulihan. Hingga Jum’at malam pukul 23.59 WIB, PLN menyebut pemulihan sistem terus dilakukan secara bertahap, termasuk pada sisi pembangkit, sehingga beberapa wilayah di Sumatera mulai kembali mendapatkan aliran listrik.
Sembari dilakukan perbaikan, beberapa wilayah sudah ada yang menyala kembali dari pasokan pembangkit listrik yang ada di Sumatera. Hanya saja dilakukan pemadaman bergilir agar semua wilayah mendapat aliran listrik.
Saat ini, PLN menyatakan gangguan pada transmisi telah berhasil diatasi dan proses penormalan pasokan listrik terus dipercepat agar seluruh wilayah terdampak segera kembali normal.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan informasi pemulihan melalui aplikasi PLN Mobile maupun contact center PLN 123.
[]