ARASYNEWS.COM, PEKANBARU –
Kota Pekanbaru, menjadi home base atau pangkalan utama jet tempur canggih buatan Prancis yang baru datang. Ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin (RSN), Pekanbaru, di bawah jajaran Wing Udara 3 Tempur.
Komandan Lanud RSN Marsma TNI Abdul Haris turut menghadiri langsung prosesi penyerahan tersebut sebagai bentuk kesiapan Lanud RSN dalam mendukung operasional Rafale di Indonesia.
Dengan ditempatkannya Rafale di Pekanbaru, kekuatan pertahanan udara di wilayah barat Indonesia dipastikan semakin kuat.
Pesawat tempur generasi 4.5 itu memiliki kemampuan tempur udara-ke-udara dan udara-ke-darat dengan teknologi modern serta sistem persenjataan canggih.
Selain enam Rafale, pemerintah juga menerima empat pesawat Falcon 8X, satu pesawat Airbus A400M MRTT, satu missile Meteor, enam smart weapon Hammer, dan satu radar GCI GM403.
Penambahan alutsista tersebut disebut menjadi tonggak penting dalam modernisasi pertahanan Indonesia dan memperkuat posisi TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.
Acara penyerahan turut dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, para kepala staf angkatan, serta sejumlah perwakilan negara sahabat.
Pada hari ini, Selasa (19/5/2026) pesawat tersebut dilakukan uji terbang melintasi wilayah pulau Sumatera. Beberapa warga sempat melihat dan ada yang terkejut lantaran tidak mengetahui kabar tersebut.
Pesawat itu terbang rendah pada beberapa tempat dan suaranya yang terdengar jelas mengejutkan warga.
Kehadiran Rafale di Pekanbaru ini menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat Riau.

Kedatangan Pesawat Rafale
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyerahkan sejumlah pesawat tempur dilengkapi persenjataan ke TNI untuk memperkuat alusista Indonesia khususnya dalam mobilitas udara strategis nasional. Adapun yang diserahkan yakni 6 pesawat Rafale, 4 Falcon 8X, hingga 1 Airbus A400M Atlas MRTT.
Pelepasan alutsista ini sebagai bagian dari kekuatan udara strategis Indonesia.
Rangkaian prosesi penyerahan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kunci pesawat secara simbolis oleh Prabowo kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Setelahnya, Panglima TNI menyerahkan kunci Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
Selain pesawat tempur, diserahkan juga persenjataan Radar GCI GM403, serta Rudal Air to Air Beyond Visual Range (BVR) Meteor dan Smart Weapon AASM Hammer yang merupakan bagian dari Rafale. Usai penyerahan kunci, Prabowo meninjau sejumlah alutsista di lokasi. Prabowo memulai peninjauan ke cockpit Rafale, smart weapon hammer dan missile meteor. Kegiatan kemudian dilakukan dengan peninjauan Radar GCI GM403.
“Jadi ya, kita menerima secara resmi dengan adat kita, penambahan alutsista untuk angkatan udara kita. Kita menerima enam, pesawat tempur ya, Rafale, dan pesawat angkut, Falcon, pesawat angkut VIP, dan A400. Ada radar juga,” kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/6/2026) kemarin.
“Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri,” ujarnya.
Diketahui, pesawat tersebut merupakan buatan Prancis, termasuk Rafale. Indonesia tercatat sebagai salah satu pelanggan pesawat tempur jenis Rafale yang diproduksi Prancis.
Tercatat Kementerian Pertahanan telah memborong sebanyak 42 jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation Prancis setelah kontrak pembelian tahap ketiga untuk 18 unit terakhir efektif.
Tentang Kelebihan Rafale
Rafale merupakan pesawat tempur canggih generasi 4.5 yang menjadi salah satu pesawat andalan negara – negara anggota NATO. Rafale termasuk dalam kategori pesawat omnirole sehingga mampu melakukan berbagai jenis misi mulai dari superioritas udara dan pertahanan udara, dukungan udara jarak dekat, serangan in-depth, pengintaian udara, dan serangan anti-kapal.
Kelebihan Rafale adalah kompatibilitasnya dengan berbagai macam persenjataan seperti rudal udara-ke-udara jarak jauh “Beyond Visual Range” (BVR) METEOR dan MICA. Berbagai jenis persenjataan lain juga bisa dipasang pada pesawat tempur Rafale seperti rudal stand-off jarak jauh SCALP, rudal anti-kapal AM39 EXOCET, bom berpemandu laser, bom klasik tanpa pemandu dan meriam internal NEXTER 30M791 30 mm yang mampu memuntahkan 2500 peluru/menit.
Harga
Harga jet tempur Dassault Rafale ini bervariasi bergantung pada spesifikasi kontrak, namun diperkirakan berkisar antara ($115 juta (sekitar Rp1,63 triliun) hingga ($192,8 juta (sekitar Rp2,99 triliun) per unitnya.
Untuk Indonesia, total biaya pengadaan 42 unit pesawat Rafale beserta persenjataan dan pelatihannya bernilai sekitar setara dengan Rp134 triliun).
Detail Harga Rafale Per Unit (Berdasarkan kontrak RI): Diperkirakan sekitar Rp1,63 triliun hingga Rp2,99 triliun, bergantung pada kelengkapan paket yang dibeli.
[]