ARASYNEWS.COM – Penetapan awal bulan Hijriyah selalu menjadi perhatian penting bagi umat Islam, terutama ketika memasuki bulan-bulan ibadah yang memiliki dimensi syariat dan sosial yang kuat, seperti Dzulhijjah.
Bulan ini juga menjadi penanda dimulainya rangkaian ibadah haji, wukuf di Arafah, puasa Arafah, hingga Idul Adha yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Oleh karena itu, kepastian tanggal 1 Dzulhijjah memiliki arti yang sangat strategis, baik secara ibadah maupun dalam upaya membangun kesatuan umat Islam.
Awal bulan 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026. Tanggal ini merupakan ketetapan berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang juga digunakan oleh berbagai organisasi Islam. Ini juga didasarkan pada hasil hisab astronomis dengan menggunakan parameter kalender global yang telah dirumuskan secara ilmiah dan sistematis.
Ijtimak menjelang Dzulhijjah 1447 H terjadi pada hari Sabtu, 29 Zulkaidah 1447 H, bertepatan dengan 16 Mei 2026 pukul 20.01.02 UTC.
Ijtimak atau konjungsi merupakan peristiwa ketika Matahari dan Bulan berada pada bujur ekliptika yang sama, yang menjadi titik awal secara astronomis bagi pergantian bulan kamariah.
Namun demikian, pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, sebelum pukul 24.00 UTC, tidak ada satu pun wilayah di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan minimal 5 derajat dan elongasi Bulan minimal 8 derajat. Dengan demikian, awal bulan belum dapat ditetapkan pada hari berikutnya berdasarkan parameter pertama.
Selanjutnya, Parameter Kalender Global (PKG) 2 juga tidak terpenuhi. Setelah pukul 24.00 UTC, tidak ditemukan satu wilayah pun di daratan Amerika yang saat Matahari terbenam pada hari ijtimak memenuhi syarat tinggi Bulan minimal 5 derajat, elongasi minimal 8 derajat, dan ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru, yaitu sebelum pukul 17.47.31 UTC.
Karena kedua parameter tersebut tidak terpenuhi, maka awal Dzulhijjah tidak dapat dimulai pada Ahad, 17 Mei 2026. Dengan demikian, secara global maka ditetapkan bahwa 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
Konsekuensi dari penetapan awal bulan Dzulhijjah ini adalah Hari Arafah atau 9 Dzulhijjah 1447 H yang jatuh pada hari Selasa, 26 Mei 2026, sedangkan Idul Adha atau 10 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026.
Sementara itu, puasa Sunnah 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah mulai dikerjakan pada 1-9 Dzulhijjah yakni pad Senin 18 Mei 2026 hingga 26 Mei 2026.
Dan penetapan ini juga sama dengan yang ditetapkan dan disepakati di Tanah Suci Makkah dan Madinah.
Disisi lain, di Indonesia yang dibawah kementrian agama penetapan masih menunggu hasil sidang isbath.
[]