ARASYNEWS.COM, AGAM – Suara dentuman yang keras di sekitar danau Maninjau yang terjadi pada Jum’at (23/1/2026) pukul 04.40 wib atau menjelang Subuh membuat warga heboh. Selain masyarakat di Agam, suara itu bahkan terdengar masyarakat hingga di wilayah Pasaman Barat, Bukittinggi, Padang Pariaman, dan sebagian wilayah Padang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan suara dentuman keras yang terdengar di wilayah Kabupaten Agam, Padang Pariaman hingga Pasaman Barat sekitarnya pada Jum’at pagi (23/1/2026) bukan disebabkan fenomena cuaca ekstrem, aktivitas seismik, maupun jatuhnya meteor.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Decky Irmawan, mengkalim bahwa BMKG telah melakukan penelusuran menyeluruh terhadap data meteorologi dan seismik menyusul laporan masyarakat yang sempat viral di media sosial.
“BMKG melakukan analisis dari sisi meteorologi dan seismik menggunakan data operasional yang tersedia,” kata Decky dalam keterangannya yang dikutip, Ahad (25/1/2026).
Dari sisi meteorologi, BMKG menganalisis data radar cuaca dan alat pendeteksi petir (lightning detector) pada waktu kejadian.
Hasilnya, tidak terdeteksi adanya cuaca ekstrem, pertumbuhan awan Cumulonimbus, maupun sambaran petir yang dapat memicu suara dentuman keras.
“Tidak ditemukan sambaran petir yang dapat memicu suara dentuman di atmosfer saat kejadian,” klaim Decky.
BMKG juga memeriksa data jaringan seismometer untuk memastikan kemungkinan aktivitas gempa bumi.
Hasil pemantauan menunjukkan tidak tercatat aktivitas seismik di wilayah Sumatera Barat, termasuk sekitar Maninjau, Agam, dan Pasaman Barat, pada waktu kejadian.
Disebutkan BMKG terkait suara dentuman tersebut juga tidak berkaitan dengan aktivitas tektonik atau pergerakan lempeng bumi, karena pada saat kejadian dan pasca kejadian tidak ada gempa bumi yang tercatat ataupun dirasakan warga.
Sebelumnya, isu dugaan jatuhnya meteor di kawasan Danau Maninjau, Kabupaten Agam, sempat beredar luas di media sosial setelah sejumlah warga mengaku mendengar dentuman keras menjelang waktu Subuh.
Saksi mata yang saat itu sedang berada di tepi danau dan sedang beraktifitas menyebutkan melihat benda bercahaya yang jatuh dengan cepat.
Sedangkan cuaca pada subuh hari itu cerah, tidak hujan ataupun berawan.
Dilain sisi pihak kepolisian memastikan informasi tersebut tidak terbukti. Kapolsek Tanjung Raya, AKP Muzakar, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan usai menerima laporan warga.
“Memang ada laporan warga yang mendengar suara dentuman, namun tidak ditemukan tanda-tanda meteor jatuh. Tidak ditemukan kerusakan bangunan, bekas benturan, kawah, maupun material asing di sekitar permukiman warga dan kawasan Danau Maninjau,” penjelasan Muzakar.
[]