ARASYNEWS .COM – Centre for Orangutan Protection (COP) turun ke berbagai daerah terdampak untuk membantu memberikan pakan ternak dan satwa. Dengan menurunkan tim animal rescue atau penyelamatan hewan untuk membantu penanganan satwa dan ternak yang terdampak bencana hidrometeorologi banjir bandang dan tanah longsor. di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (15/12).
Selain itu, juga memberikan penanganan medis terhadap satwa-satwa yang terdampak.
Beberapa diantaranya adalah sapi, kerbau, unggas, anjing dan kucing.
“Kegiatan ini dengan nama disaster relief for animal atau bantuan bencana untuk hewan yang berlangsung semenjak beberapa hari setelah kejadian banjir bandang melanda. Kita menyuplai pakan bagi satwa dan ternak warga,” kata Captain APE Protector COP Hilman Fauzi, dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (16/12).
Ia mengatakan setidaknya lebih dari 500 ekor ternak yang telah disuplai pakannya, setelah masyarakat diberikan informasi terkait program yang dilakukan yang sudah 20 titik lokasi yang didatangi yang tersebar di wilayah kabupaten Agam. Dan kegiatan ini akan terus menyasar hingga daerah-daerah lainnya yang terdampak.
“Kita juga memberikan suplemen kepada satwa dan ternak tersebut,” katanya.
Disebutkannya, bagi warga yang mempunyai ternak dan belum sempat untuk terkunjungi, maka mereka datang ke posko bantuan satwa bencana di Padang Ganting, Nagari atau Desa Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam. Warga dapat melaporkan jumlah ternaknya yang membutuhkan pertolongan.
“Nanti kita akan langsung menyuplai pakan konsentrat untuk satwa dan ternaknya,” dikatakannya.

Dalam tim ini, juga terdapat tim medis dari COP yang akan mengecek kondisi dan kesehatan serta akan melakukan berbagai penanganan medis.
Pada Senin kemarin, ada 20 ternak rumahan berupa kucing dan anjing yang mendapatkan penanganan medis. Untuk sapi, kerbau dan unggas masih dalam kondisi aman.
Dalam kesempatan itu, Dokter Hewan COP, drh Nindya Rumapea mengatakan anjing dan kucing dengan dianoksa penyakit berupa kulit dan bulu seperti, skebis, jamuran dan malnutrisi.
Beberapa diantaranya ternak tersebut ada yang mengalami luka pada bagian sela jari kaki akibat tertusuk kayu, diduga karena berusaha menyelamatkan diri dari banjir yang membawa berbagai material seperti kayu.
Selain itu, ada juga ternak yang terlantar setelah rumah pemiliknya dalam kondisi rusak.
Disebutkannya juga, setelah mendapatkan penanganan medis, maka progres juga dilakukan maintenance (pemeliharaan), karena pemiliknya merupakan warga sekitar.
Tim COP akan terus memantau kondisi ternak-ternak yang telah mendapat penanganan medis hingga sehat.
[]