Berusia 11 Tahun, Dikha Menari di Ujung Sampan Panjang

ARASYNEWS.COM – Rayyan Arkan Dikha, bocah berusia 11 tahun asal desa Pintu Lobang Kari, kecamatan Kuantan Tengah, kabupaten Kuantan Singingi, provinsi Riau.

Ia menjadi sorotan banyak orang di Indonesia hingga ke mancanegara. Gerakannya banyak ditiru dengan tren ‘Aura Farming’. Dan fenomena ini muncul di berbagai media sosial.

Dikha menjadi sorotan karena aksi beraninya itu yang menari di ujung sampan panjang (jalur) saat lomba berlangsung. Ia menari dengan posisi berdiri dan menjaga keseimbangan saat jalur dipacu di atas sungai Batang Kuantan itu.

Dikha menari mengikuti irama dan memberikan semangat pada tim di jalur.

Bocah penari tersebut dikenal dengan sebutan Togak Luan, simbol bahwa jalur tim mereka sedang memimpin lomba.

“Itu spontan saja. Tidak ada belajar atau latihan,” kata Dikha.

Dikha diketahui sudah terbiasa sejak dahulu di pinggir aliran sungai Kuantan. Dan menjadi Togak Luan adalah keinginannya sejak kecil. Ia terbiasa berenang dan naik sampan di Sungai Kuantan.

“Dulu, ayah sering ngajak ke Pacu Jalur, jadi saya tertarik,” ungkapnya.

Ayah Dikha adalah mantan peserta Pacu Jalur dari tim Jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo, sementara sang kakak pernah menjadi Togak Luan.

Dikha mengakui bahwa ia sudah dua tahun bergabung sebagai Togak Luan di tim ayahnya.

Dan saat ini, ia masih duduk bangku sekolah kelas 5 SD, dan memiliki cita-cita menjadi seorang tentara.

Tetapi saat diundang Gubernur Riau, pada Selasa (8/7/2025) di kantor Gubernur, ia juga ingin menjadi Gubernur Riau.

[]

You May Also Like