ARASYNEWS.COM – Datang berkunjung ke provinsi Sumatera Barat tidak akan terasa puas. Bentangan alam yang indah terhampar luas di provinsi ini. Dan pesona taman bumi atau geopark ini patut untuk disyukuri sebagai ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Di provinsi ini, ada beberapa geopark yang patut untuk dikunjungi. Geopark di Sumatera Barat, terbentang mulai dari karst, kaldera, lembah, danau dan masih banyak lagi yang lainnya
- Geopark Ngarai Sianok

Ngarai Sianok yang terletak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Keindahan yang ditawarkan oleh ngarai pemisah antara Kota Bukittinggi dan Kota Gadang ini sungguh luar biasa, hingga mampu membuat pengunjung betah berlama-lama di wilayah ini.
Dengan latar belakang Gunung Singgalang, berdiri dua dinding curam nan kokoh setinggi 100 hingga 120 meter dan membentang sepanjang 15 kilometer saling berhadapan. Hamparan persawahan yang hijau dan sungai yang berkelok juga kian menambah indahnya pemandangan.
Kecantikan Ngarai Sianok dapat dilihat dari Taman Panorama di Bukittinggi. Sobat Pesona bisa menggunakan mobil pribadi atau bisa juga menyewa andong untuk sampai ke Taman Panorama Bukittinggi. Setelah puas mengeksplorasi keindahan Ngarai Sianok, jangan lupa juga untuk berkunjung ke Kota Gadang, tempat penghasil kerajinan perak di Sumatera Barat.
- Geopark Lembah Harau

Geopark yang satu ini paling banyak dikunjungi, terletak di dekat kota Payakumbuh. Namanya adalah Lembah Harau, Di lembah ini, terdapat tebing-tebing yang menjulang setinggi 100 hingga 500 meter dan mengalir deras beberapa air terjun.
Sebagai area konservasi, Lembah Harau dengan luas 669 hektare ini juga merupakan rumah bagi berbagai satwa, seperti owa, kera, berbagai macam spesies burung, dan masih banyak lagi.
- Geopark Danau Maninjau

Nama danau ini diambil dari kata ‘maninjau’ yang berarti memandang ke seberang. Danau vulkanik ini terletak di 38 kilometer sebelah barat Kota Bukittinggi dan berada di ketinggian 460 mdpl. Danau Maninjau berada di kabupaten Agam, memiliki luas mencapai 100 km persegi dengan kedalaman hingga 480 meter. Keindahan danau ini akan semakin sempurna jika dilihat di atas ketinggian, yaitu dengan naik ke bukit pinus bernama Puncak Lawang.
Di kawasan ini, para travelers juga bisa mengunjungi desa petani dan nelayan untuk sekadar melihat-lihat aktivitas sehari-hari atau bahkan berinteraksi secara langsung dengan penduduk setempat.
Yang menariknya, untuk mencapai danau vulkanik ini, para travelers akan melewati Kelok 44, yakni tikungan yang totalnya sebanyak 44 buah.
Di Kelok 44, ini, bukan hanya pemandangan danau saja yang terlihat, tapi juga hamparan sawah dan hutan.
- Geopark Danau Tarusan Kamang

Danau ini terletak di Kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat. Keunikan Danau Tarusan Kamang jarang sekali bisa ditemui di danau lain, pasalnya, danau ini mengalami pasang surut. Sehingga, sewaktu-waktu ketika pasang, danau ini penuh dengan air, dan ikan, tetapi pada waktu tertentu, danau ini akan menjelma menjadi lapangan rumput hijau.
Jika berkunjung ke danau ini, para travelers akan melihat gundukan tanah di tengah genangan air, persis seperti pulau di tengah danau yang disebut Padang Doto oleh penduduk setempat. Selain fenomena unik, danau ini juga punya panorama pegunungan yang indah dengan dikelilingi oleh pepohonan yang hijau.
- Geopark Danau Singkarak

Danau ini masih ada hubungannya dengan danau Maninjau. Dan disebutkan ada lorong di bawah yang menghubungkan danau ini. Danau terbesar kedua setelah danau Toba ini memiliki luas sekitar 107,8 kilometer persegi dengan panjang 21 kilometer dan lebar 7 kilometer.
Destinasi geopark ini juga terkenal berkat pemandangan yang memesona. Bagaimana tidak, sejauh mata memandang, para travelers akan dimanjakan dengan hamparan air berwarna biru cantik dan pegunungan di tepi-tepinya serta jalan yang mengitarinya.
- Geopark Sawahlunto

Sawahlunto merupakan kota tua dan dikenal dengan nama kota tambang tertua di Asia Tenggara yang ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada 9 Juli 2019. Sawahlunto sebagai peninggalan zaman kolonial Belanda yang dahulunya dikenal sebagai The Little Dutch.
Ada banyak tambang di wilayah ini dan kini beberapa diantaranya dipergunakan sebagai spot wisata bersejarah.
Di sini, para travelers akan melihat situs peninggalan zaman kolonial, seperti Museum Kereta Api Sawahlunto, gudang ransum, Lubang Mbah Suro, dan lainnya.
Secara geografis, kota ini terletak di lembah pegunungan Bukit Barisan, sehingga tak heran jika Kota Tambang Sawahlunto dikelilingi oleh beberapa bukit, seperti Bukit Polan, Bukit Pari, hingga Bukit Mato.
- Geopark Danau Kembar

Kawasan ini terletak di Kabupaten Solok Selatan. Disini suhu udaranya berkisar antara 14-16 derajat Celcius. Di dataran tinggi ini terdapat tiga Danau yang berdekatan, yakni Danau Diatas, Danau Dibawah, dan danau Talang.
Dua danau (Danau Diatas dan Danau Dibawah) dikenal dengan Danau Kembar. Danau ini terbentuk akibat fenomena geologi di zaman kuno.
Pemandangan alam di wilayah ini mirip dengan dijual luar negeri. Dan kawasan ini paling banyak dikunjungi dan dimanfaatkan untuk hiking dan camping.
- Goa Batu Kapal Solok Selatan

Goa Batu Kapal Solok Selatan yang terletak di Jorong Ngalau Indah, di kawasan Solok Selatan. Di sini terdapat goa yang mirip dengan kapal laut.
Menurut legenda setempat, goa ini dahulunya merupakan bangkai kapal yang berubah menjadi batu. Goa ini terbentuk dari sedimen bebatuan warna-warni dengan stalaktit dan stalagmit yang menarik di dalamnya. Bentuk unik goa inilah yang menjadi daya tarik utama para wisatawan.
- Geopark Silokek

Geopark Silokek meliputi kawasan seluas 130 ribu hektare atau 1.300 kilometer persegi di dua kecamatan yaitu Sumpur Kudus dan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Kawasan ini merupakan satu dari 66 objek wisata yang dikelola kabupaten, berjuluk Lansek Manih.
Jarak Geopark Silokek sekitar 145 kilometer arah timur Kota Padang, dapat ditempuh selama empat jam perjalanan darat. Kalau dari Muaro Sijunjung, ibukota kabupaten, jaraknya hanya 15 km saja.
Geopark Silokek memiliki 25 situs keragaman geologi, 12 situs keanekaragaman hayati, dan 17 situs keragaman budaya. Flora di tempat di antaranya padma raksasa raflesia, bunga bangkai raksasa atau suweg, dan jamur batang bersinar. Sedangkan faunanya juga beragam seperti harimau sumatra, tapir, kambing hutan, kucing hutan, landak, siamang, binturong, dan burung enggang.
Geopark Silokek memiliki warisan geologi tersembunyi yaitu bebatuan purba dari Era Paleozoikum, jenis bebatuannya seperti batu gamping, serpih, filit, dan bawah. Tak hanya itu, karena terdapat pula batuan dari Era Pertengahan dan terbentuk di masa Triassic hingga Jurassic dengan batuannya berupa metamorf seperti marmer, batu sabak, granit dan lainnya.
[]