Meski Berdesak-desakan, Ini Cara Agar Terhindar dari Pelecehan Seksual Saat Ibadah di Tanah Suci

ARASYNEWS.COM – Perbuatan tidak senonoh seperti asusila terkadang dilakukan dengan sengaja ataupun tidak sengaja. Perbuatan ini termasuk melanggar norma dan etika dan dapat dikenakan sanksi.

Baru-baru ini terjadi di tempat suci di Masjidil Haram. Seorang laki-laki jama’ah umroh asal Indonesia diamankan petugas karena menyenggol payudara seorang jama’ah perempuan asal Libanon.

Dan hasil keputusan pengadilan Arab Saudi, ia pun ditahan selama dua tahun dan denda.

Dalam melaksanakan ibadah umroh dan haji, ramainya umat Muslim dari berbagai negara berkumpul melaksanakan ibadah. Para jama’ah pun berdesak-desakan dalam setiap ibadah. Dan untuk menghindari terjadinya pelecehan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis pun memberikan nasihat dan saran.

Ia mengatakan, setiap jama’ah harus berupaya khusuk atau fokus pada ibadah kepada Allah SWT. Adapun bagi jama’ah wanita yang bisa jadi korban pelecehan perlu melakukan upaya pencegahan seperti dengan bepergian bersama mahram-nya

“Secara upaya manusia, yaitu ketika perempuan melakukan ibadah itu harus ada mahram. Minimal ada orang yang melindungi, temannya sesama perempuan, orang tuanya, saudaranya dan seterusnya. Itu upaya manusia karena khawatir juga ada semacam perbuatan setan yang menganggunya dari orang yang tergoda itu,”kata Kiai Cholil, dikutip dari ihramcom, Ahad (22/1/2023).

Menurutnya, insiden seperti ini bisa dihindari dengan berusaha untuk fokus beribadah kepada Allah SWT. Sehingga godaan setan untuk bermaksiat bisa dibendung. Setiap jama’ah juga harus meluruskan niatnya selama beribadah di baitullah, baik saat umroh atau haji.

Bagi jama’ah laki-laki, penting untuk goddul bashor atau menjaga pandangan selama melakukan rangakaian ritual umrah. Apalagi saat tawaf yang biasa berdesakan dan bercampur antara jama’ah perempuan dan laki-laki.

“Menjaga pandangan kita agar kita tidak tergoda, untuk khusuk karena Allah. Kita apapun yang ada dalam kehidupan kita, secara syahwat itu bisa menggoda, tapi bisa terhindar karena pikirannya kepada Allah subhanahu wa taala,”ujarnya.

“Kemudian, tentu kita harus melaksanakan syariah yang sesuai sehingga kita pasti paham bahwa ini (pelecehan) melanggar terhadap syari’ah Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” lanjut keterangannya. []

You May Also Like