ARASYNEWS.com — Sumatera bagian tengah termasuk wilayah Riau kini sedang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, diperkirakan curah hujan juga sangat minim.
Dikutip dari pemantauan satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kota Pekanbaru, kabut asap yang masuk dalam kategori membahayakan ini menyelimuti hampir seluruh wilayah provinsi Riau daratan.
Dan asap ini timbul dari kebakaran hutan dan lahan yang terbawa angin dari arah selatan, yakni provinsi Sumatera Selatan dan Jambi. Selain itu, juga akibat karhutla yang terjadi di wilayah Indragiri hulu – hilir dan Siak.
Warjono, selaku kepala Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, dalam keterangannya menyebutkan pergerakan asap menjadi salah satu kondisi yang terus dipantau BMKG bersama sejumlah stasiun meteorologi di Riau.
“BMKG Provinsi Riau, Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Stasiun Klimatologi Riau, dan Stasiun Meteorologi Japura Indragiri Hulu terus memantau kondisi asap yang terjadi di wilayah Provinsi Riau dan sekitarnya,” ujar Warjono, Selasa (15/9).
Pemantauan di wilayah Riau, titik panas tersebar di 96 titik. Sementara itu di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi sekitar ratusan titik panas.
“Pergerakan asap tersebut turut berdampak terhadap kondisi atmosfer di sejumlah wilayah Riau,” kata dia.

Selanjutnya, kategori kualitas udara di kota Pekanbaru dan Riau hingga hari ini (Selasa, 15 September) masuk dalam kategori sedang hingga berbahaya.
Penurunan kualitas udara ini juga berpengaruh pada jarak pandang yang berkisar 1-3 kilometer.
[]