Tiga Tuntutan Mahasiswa di Pekanbaru Pada Presiden Jokowi Usai Naikkan Harga BBM

ARASYNEWS.COM – Mahasiswa diberbagai daerah mulai berunjuk rasa atas kenaikan harga BBM yang disampaikan pemerintah melalui Presiden Jokowi.

Aksi ini sebagai bentuk protes atas kebijakan yang tidak pro ke rakyat dan juga tidak sesuai dengan janji kampanye pada waktu dahulu.

Selain itu, alih-alih pemerintah mengimingi dengan tiga bentuk bantuan kepada masyarakat, yakni bantuan langsung tunai, bantuan subsidi upah, dan bantuan melalui anggaran daerah.

Hanya saja masyarakat mengakui bantuan ini tidak sepenuhnya sampai ke masyarakat dan juga hanya masyarakat tertentu saja yang mendapatkannya.

Untuk di kota Pekanbaru, mahasiswa juga mulai lakukan unjuk rasa, adapun tuntutan yang disampaikan ada tiga, yakni Menolak keras kenaikan BBM bersubsidi yang telah ditetapkan oleh pemerintah; Meminta Presiden Jokowi untuk mencabut keputusan kenaikan BBM bersubsidi dan mencari alternatif lain dari masalah beban subsidi BBM di APBN; dan Meminta pemerintah tidak berbisnis dengan rakyat.

Hanya saja, pada Senin (5/9/2022) kemarin, unjuk rasa dimulai pada sore hari yang dari Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Pekanbaru.

Unjuk rasa dipusatkan di depan gedung DPRD Riau dan membentangkan beberapa spanduk agar harga BBM kembali dinormalkan.

“Kami minta pemerintah untuk membatalkan kenaikan BBM karena menyengsarakan masyarakat,” kata mahasiswa.

Para pengunjuk rasa ini akhirnya ditemui Ketua DPRD Riau Yulisman dan berkata, “Apa yang menjadi tuntutan mahasiswa soal kenaikan harga BBM akan kami sampaikan kepada pemerintah”.

[]

You May Also Like