Setan Merusak Aqidah Islam Dari Dalam

ARASYNEWS.COM – Dalam bahasa Arab, setan sama dengan شَيْطَان, translit. syaiṭān, jamak: شَيَاطِين syayāṭīn. Merupakan salah satu makhluk yang diciptakan oleh Allah. Setan dijadikan oleh Allah sebagai ujian bagi manusia dalam beribadah.

Pengetahuan tentang setan diperoleh dari Al-Qur’an maupun hadits.

Setan bisa berbentuk apa saja, memiliki karakteristik yang berbeda dari jin dan iblis. Ketetapan yang berlaku bagi setan adalah sebagai golongan yang menjadi penghuni neraka.

Setan dapat menjelma menjadi manusia dan dapat merasuki tubuh manusia. Tempat tinggal setan bisa dimana saja.

Setan ditugaskan untuk menggoda manusia untuk melakukan kejahatan, kemaksiatan, hingga menghasut orang untuk berbuat yang dilarang Allah.

Salah satu pendapat dari para pakar keislaman mengemukakan bahwa setan merupakan potensi negatif dari manusia.

Ada beberapa cara yang dilakukan setan untuk menyesatkan manusia, diantaranya: Memandang baik perbuatan yang buruk, Melakukan tipu daya, Menunda manusia untuk bertaubat, Membisikkan kejahatan, Membuat lupa larangan, Menumbuhkan angan-angan kosong, Menyampaikan janji-janji palsu, dan Memalingkan manusia dari jalan Allah.

Dalam kehidupan di dunia ini, mereka berbaur diantara kita, hidup berdampingan erat dengan kita. Bahkan bisa saja mereka ikut makan dan minum bersama kita,

Bahkan makhluk ini sering kali menyesatkan pikiran dan hati kita, merongrong kita agar saling menghancurkan dan membuat kegaduhan melencengkan hal-hal yang benar..

Secara umum setan dapat diartikan sebagai makhluk pembangkang yang enggan serta penuh dengan kejahatan dan tipu daya.

Dalam makna lain setan dapat diartikan sebagai makhluk yang biadab dan selalu durhaka. Setiap jin ataupun manusia dan semua makhluk lainnya yang congkak dan pembangkang, disebut sebagai setan.

Dalam Al-Qur’an kata syaithan disebut sebanyak: 88 kali dalam 36 surat. Syaithan menpunyai sifat-sifat buruk antara lain: Pembangkang, takabbur (sombong), dan pemboros.

Adapun kejahatan-kejahatan syaithan antara lain: merusak akidah, menghasut manusia untuk melakukan kebohongan, menghasut manusia untuk saling bermusuhan, menghasut untuk berbuat jahat dan keji, sera memalingkan orang dari beribadah.

Adapun cara mencegah dari kejahatan syaithan adalah dengan meminta perlindungan Allah, berdzikir, berpuasa, serta ikhlas dalam melakukan semua perbuatan. []

You May Also Like