ARASYNEWS.com — Ruang belajar jauh dari SD Negeri 007 yang berada di Desa Sungai Agung, kecamatan Tapung, kabupaten Kampar, provinsi Riau, langsung mendapat perhatian dari pihak kepolisian.
Bangunan sekolah yang berdindingkan triplek dan beratap seng hingga sarana yang kurang memadai direnovasi dan dilakukan pergantian.
Hal ini menjadi perhatian langsung setelah sebelumnya viral dari unggahan seorang guru bernama Romawati yang membagikan kondisi sekolah. Sekolah tersebut sudah puluhan tahun dipergunakan.
Dan bahkan unggahan itu pun mendapat kritikan dari pemerintah daerah, yakni Wakil Bupati.
Sejak Kamis (24/9/2026) kemarin, sejumlah anggota Polsek Tapung bergotong royong membenahi bangunan sekolah, mulai dari dinding yang rusak, pintu kelas, ventilasi, selasar, hingga tiang penyangga.
Langkah ini menjadi bentuk kepedulian dan aksi nyata agar anak-anak di pelosok bisa belajar di ruang yang lebih aman dan nyaman.

Dalam keterangannya yang dikutip,
Kapolres Kampar, AKBP Bobby Putra Ramadhan Sebayang, mengatakan pihaknya memperbaiki dinding sekolah yang sudah bolong-bolong.
“Karena kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan, anggota Polsek Tapung melakukan renovasi,” ujar Bobby, dikutip Sabtu (26/9).
Bobby menyebut pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi pembongkaran dan pemasangan dinding bagian luar, perbaikan, serta pembukaan pintu kelas yang rusak.
Selain itu, dilakukan penggantian kawat kasa pada ventilasi udara, pembuatan selasar atau teras sekeliling bangunan, hingga penggantian salah satu tiang penyangga bangunan yang sudah mengalami kerusakan.
“Pendidikan adalah jembatan masa depan dan jembatan yang kokoh dimulai dari ruang belajar yang layak. Pendidikan bukan kemewahan, melainkan hak yang harus dijangkau oleh setiap anak, di mana pun mereka tinggal. Bahkan, di dusun yang paling jauh sekalipun. Dan kita ingin memastikan anak-anak di Dusun IV Desa Sungai Agung berhak belajar di tempat yang aman, nyaman, dan membanggakan,” terang Bobby.
Dikatakannya, renovasi dilakukan dengan cepat agar tidak ada satu hari pun terbuang tanpa tempat belajar yang layak.
[]