ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Polda Riau menginstruksikan seluruh jajarannya di wilayah hukumnya untuk memberikan perhatian khusus kepada pengendara yang hendak melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.
Polda Riau melalui Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto mengatakan perhatian ini dalam kenyamanan pemudik dari perlakuan tak menyenangkan untuk pungli yang kerap terjadi.

Hal ini disampaikan sebagaimana kerap terjadi pungli di daerah perbatasan Riau-Sumbar. Banyak pengendara roda dua, roda empat, hingga lebih yang mendapat pungli dari oknum-oknum di setiap jalan.
Untuk itu ia mengatakan telah memerintahkan Ditlantas Polda Riau dan Polres Kampar untuk menindaklanjutinya. Instruksi ini juga disampaikan kepada Polres lainnya di wilayah Riau.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumatera Barat (Sumbar), Kombes Pol Satake Bayu juga memberikan perhatian khusus hal ini.
Kombes Pol Satake Bayu berjanji akan menindak tegas pelaku Pungutan Liar (Pungli) di daerah perbatasan Sumbar-Riau menjelang lebaran Idul fitri 2022.
Selain memberlakukan operasi ketupat Singgalang di wilayah Sumbar, Polda Sumbar juga telah menyiagakan sniper di setiap titik rawan di wilayah Sumbar.
Sebelumnya, pada Senin (25/4/2022), satu dari empat pelaku pungli dengan modus menghalangi badan jalan dengan cara menebang pohon kayu lalu menghalangi badan jalan, berhasil diciduk tim gabungan anggota Satreskrim dan Sat Intelkam Polres Limapuluh Kota.

“Senin (25/4/2022) pukul 17.00 WIB sampai Selasa (26/4/2022) pukul 02.00 Wib telah berlangsung kegiatan monitoring dan penyelidikan terkait adanya tindakan premanisme berupa pungutan liar (pungli) kepada pengendara yang melintas di Jalan Sumbar-Riau tepatnya di kawasan Kecamatan Pangkalan Kotobaru. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres 50 Kota AKP Syafrinaldi, S.H,” ungkap Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso.
Dijelaskan Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso, adapun tujuan kegiatan monitoring dan penyelidikan untuk menindak lanjuti adanya aduan masyarakat melalui media sosial terkait terjadinya aksi premanisme pungutan liar (pungli) di Jalan. Sumbar-Riau.
Keterangan warga, sering terjadi pungutan liar (pungli) di perbatasan Sumbar-Riau tempatnya di Nagari Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru dilakukan sekelompok oknum pemuda yang sering membawa senjata tajam (sajam) untuk menebang pohon sampai ke badan jalan, sehingga para pengendara yang melalui jalur lintas Sumbar-Riau sulit melewati jalan tersebut.
Penertiban ini ditemukan pada pukul 00.15 Wib adanya aksi pungutan liar yang dilakukan oleh 4 orang oknum pemuda di Jalur Lintas Sumbar-Riau tepatnya di Jorong Lubuak Jantan, Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Kemudian personil gabungan Sat Reskrim dan Sat Intelkam melakukan tindakan kepolisian dengan cara menangkap para pelaku tersebut.
Namun saat dilakukan penangkapan oleh personil gabungan Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres 50 Kota dari para pelaku pungli tersebut berjumlah 4 orang, dan 1 orang pelaku yang dapat diamankan dan 3 orang berhasil melarikan diri ke arah hutan hutan.
“Adapun pelaku yang berhasil diamankan itu berinitial HM (17 tahun), seorang pelajar warga Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru,” ungkap Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso.
Diakui Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso, modus pelaku yaitu memotong dahan dan ranting pohon dengan kapak lalu diletakkan di separuh badan jalan sehingga mengakibatkan kemacetan. Lalu pelaku melakukan pengaturan arus lintas dengan meminta imbalan dari pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut dimana para pelaku memulai aksi pada pukul 22.30 WIB.
Diakui Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso, berdasarkan keterangan pelaku yang telah berhasil ditangkap yakni HM menerangkan bahwa, dia melakukan aksi pungli bersama 4 rekannya. Namun tiga orang pelaku lainnya berhasil melarikan diri mereka adalah Widi (16 tahun), Paidil Azma (21 tahun), Rozit (23 tahun) ketiganya warga Nagari Manggilang Kecamatan Pangkalan Koto Baru.
“Untuk pengusutan kasus ini pelaku telah diamankan tim Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres 50 Kota dalam rangka cipta kondisi menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Singgalang 2022 dan pelaku yang diamankan tersebut dibawa ke Polres 50 Kota,” pungkas Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso. []