ARASYNEWS.com — Kabar meninggalnya dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada Selasa (24/6/2026).
Dua korban itu adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq yang meninggal pada Kamis (18/6).
Pihak Kemhan mengakui kejadian ini menjadi evaluasi pelaksanaan latihan dasar militer (latsarmil) bagi peserta SPPI.
Dan atas kejadian ini, Kemhan akan mengevaluasi latsarmil di program SPPI KDKMP dan KNMP
“Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan saat ini melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan program,” ujar Rico Ricardo, dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (24/6).
Rico menerangkan bahwa Kemhan dan Panitia Seleksi Nasional akan mengevaluasi mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis, penanganan peserta dengan kondisi kesehatan khusus, serta sistem komunikasi pelaporan.
Ia menjelaskan kenapa Calon Pengelola KDKMP dan KNMP harus ikut latsarmil.
Pelatihan dasar militer calon SOM KDKMP dan KNMP, diterangkannya, merupakan wujud dari Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2026 tentang pengadaan sumber daya manusia KDKMP dan KNMP.
Pada poin 6 inpers tersebut, Menteri Pertahanan diinstruksikan untuk menyiapkan materi tes mental ideologi, uji pemeriksaan kesehatan dan tes mental ideologi.
Kemhan juga perlu mempersiapkan materi pembentukan pembinaan karakter yang meliputi komponen cadangan dan manajerial di bidang koperasi serta kelautan dan perikanan.
Instruksi ini kemudian diperjelas melalui pedoman pelaksanaan seleksi pengadaan SDM KDKMP dan KNMP tahun 2026.
Pedoman itu juga mencakup tahapan Seleksi Kompetensi Tambahan (SKT) yang menganjurkan adanya Uji Pemeriksaan Kesehatan.
Uji Pemeriksaan Kesehatan ini terdiri dari, pemeriksaan fisik, laboratorium (darah dan urine), radiologi. dan elektrokardiogram (EKG).
Diterangkannya, bahwa pelatihan militer dilakukan selama 45 hari, dibagi selama 15 hari pelatihan manajerial dan 30 hari pelatihan kedisiplinan.
Rico mengatakan pelatihan kepada calon pengelola KDKMP dan KNMP meliputi pembekalan ilmu dan nilai-nilai disiplin kepemimpinan dan kerja sama tim, integritas, semangat pengabdian, etos kerja yang kuat, wawasan kebangsaan.
Selain itu peserta juga memperoleh pelatihan dasar kemiliteran sebagaimana diberikan pada anggota Komcad pada umumnya.
Dikatakan Roco, jumlah peserta yang mengikuti program latihan ini mencapai 35.476 orang, terdiri atas 30.000 calon pengelola KDKMP dan 5.476 calon pengelola KNMP.
“Mereka mengikuti pelatihan Komcad selama 45 hari di 67 satuan TNI yang tersebar di seluruh Indonesia. 45 hari itu, terdiri dari 30 hari pelatihan kedisiplinan dan 15 hari pelatihan manajerial,” terangnya.
Adapun peserta yang meninggal dunia tersebut adalah:
1.Anisa Muyassaroh
Program : Pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan
Tanggal kejadian : 18 Juni 2026
Penyebab : Heat Stroke
Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, Anisa mulai mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026. Setelah proses pemeriksaan medis di fasilitas kesehatan satuan, Anisa dinyatakan meninggal dunia karena mengalami heat stroke. Menurut Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman Kolonel Infanteri Gatot Teguh Waluyo, kondisi pendidikan di Satdik tersebut lebih banyak dilakukan di dalam kelas.
2.Yonanda Muhammad Taufiq
Program : Pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja
Tanggal kejadian : 18 Juni 2026
Penyebab : Cardiac Arrest (henti jantung) Yonanda dikabarkan meninggal ketika mengikuti pendidikan, setelah sebelumnya mengalami penurunan kondisi fisik pada Senin (15/6) dan sempat dirujuk ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan medis, Yonanda dinyatakan meninggal dunia akibat henti jantung.
[]