Pelabuhan Tua Peninggalan Belanda ini Kini Berada di Daratan

ARASYNEWS.COM – Ada satu pelabuhan tua peninggalan Kolonial Belanda di kota Bagansiapiapi di kecamatan Bangko, Rokan Hilir. Pelabuhan ini dahulunya diperkirakan dibangun sekitar tahun 1910-1912.

Dahulunya dipergunakan masyarakat sebagai pelabuhan tranportasi barang dan orang. Tapi sudah tidak lagi dipergunakan sejak tahun 1942.

Pelabuhan lama ini kini terletak di dekat kantor Bea Cukai Bagansiapiapi dan menjadi salah satu tempat bersejarah.

Sayang, bentuk pelabuhan yang dibangun itu kini tidak lagi utuh. Di tempat bersejarah tersebut, sudah menjadi daratan tanah timbun.

Kondisi besi bekas dermaga di pelabuhan tua itu sudah berkarat dimakan usia.

Selain besi dermaga sepanjang 100 meter, di tempat yang sama juga terlihat gudang tua yang dibangun pada tahun 1920.

Dahulu, gudang tersebut difungsikan untuk menampung barang-barang yang dipakai oleh pelayaran Belanda Koninklijke Paketvaart Maatschappij.

Kawasan itu pernah akan dijadikan perumahan tetapi masyarakat dan Pemkab menolaknya.

Dalam sejarahnya, pelabuhan itu menjadi saksi bisu sebelum kemerdekaan yang dikenal dengan sebutan Bagan Bertempur.

Pertempuran masyarakat lokal dengan pendatang dari Tiongkok, yang tidak mau mengibarkan bendera Merah Putih, tetapi bersikeras mengibarkan bendera Kuo Mintang (Bendera Bintang Dua Belas).

Dalam peristiwa itu, seorang laskar bernama Khalifah Usman, tewas terbunuh oleh lawan dan mayatnya dibuang diujung pelabuhan tersebut.

Konon ceritanya, tubuh Khalifah Usman yang terluka mengucurkan darah berwarna putih. Namun, jasadnya tidak pernah ditemukan.

Menurut kepercayaan, sebagian besar para tetua di Bagansiapiapi, darah putih dan jasad yang tidak ditemukan itulah yang menjadi sebab tumpatnya alur pelayaran di sekitar pelabuhan.

Di pelabuhan ini terdapat 30 anak tangga dari permukaan menuju Sungai Rokan. Lalu 21 anak tangga menurun disambung pelataran kemudian dilanjutkan dengan 9 anak tangga.

Kawasan pelabuhan tua itu kini sudah jauh dari perairan, yang dulunya adalah laut tapi sekarang menjadi daratan yang kini sudah ada pemukiman penduduk.

Jarak pelabuhan tua itu dengan perairan kini sudah berjarak sekitar 4 kilometer. []

You May Also Like