ARASYNEWS.com — Petugas di lapangan hingga saat ini tengah berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, yakni di Pulau Sumatera dan Kalimantan.
Kondisi medan di lapangan yang cukup jauh titik apinya membuat petugas kesulitan. Ditambah lagi dengan peralatan yang sulit diangkut menuju lokasi.
Baru-baru ini terlihat meski menggunakan alat sederhana, petugas tetap terus berupaya.
Mereka menggunakan peralatan seperti alat penyemprot tanaman yang menggunakan tabung. Kemudian airnya diambil dari bahan dari aliran air yang ada di dekat lokasi. Dan menyemprotkan airnya dengan cara dipompa.
Peralatan yang digunakan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini sorotan seorang netizen asal Malaysia, dikutip dari unggahan di media sosial X.
Warganet tersebut menilai keterbatasan peralatan menjadi salah satu faktor yang membuat penanganan karhutla sulit dikendalikan.
Ia juga mempertanyakan efektivitas penggunaan peralatan yang dinilai masih sederhana untuk memadamkan api di kawasan hutan yang luas.
Dalam unggahannya, ia juga mendorong pemerintah Indonesia untuk menggunakan peralatan pemadam yang lebih canggih agar proses penanganan kebakaran dapat dilakukan secara lebih efektif.
Komentar tersebut turut menyinggung anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai sumber dana yang menurutnya dapat dialokasikan sebagian untuk pengadaan peralatan pemadam kebakaran.
Unggahan itu kemudian mendapat perhatian warganet dan memunculkan perbincangan mengenai kesiapan peralatan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
[]