Kompleks Makam Tua Misterius yang Tak Terendam Air Pasang Naik

ARASYNEWS.COM – Ada satu kompleks pemakaman di kawasan mangrove Putri Hijau di dusun Sukajadi, desa Pangkalan Batang, kecamatan Bengkalis. Lokasi makam berjarak sekitar 15 meter dari laut Selat Bengkalis.

Meski berada di dekat laut, tapi seakan tidak tersentuh air meski terjadi air pasang naik. Sementara disekitarnya bahkan pemukiman penduduk yang jaraknya lebih dari 100 meter tergenang air pasang naik.

Kondisi pemakaman terlihat lebih tinggi dan bertanah liat.

Ada dua makam yang seakan memberikan isyarat bahwa di dalam liang lahat itu merupaan orang yang berpengaruh semasa hidupnya. Apakah secara sosial atau mungkin secara spiritual religius.

Pada makam yang satu, batu nisan tergores ukiran yang indah, berbentuk seperti sebuah limas kerucut, namun di bagian bawahnya terdapat dua lekukan.

Sedangkan di bagian depan nisan atas, terdapat sebuah batu alam sebesar bola kaki yang seakan menjadi sandaran nisan atas.

Selain itu posisi nisan bagian bawah makam ini berbeda dari makam biasanya.

Jika umumnya nisan bawah ditancapkan disekitaran ujung kaki, namun nisan pada makam ini ditancapkan sedikit ke atas, tepatnya disekitaran paha atau perut.

Kemudian, pada makam yang satu lagi dipresiksi sebagai pusara seorang tokoh yang berpengaruh dalam bidang sosial kemasyarakatan pada masa itu.

Jika dilihat dari batu nisan, makam ini diperkirakan pusara seorang wanita, namun bisa jadi pada zaman itu tidak demikian. Dengan kata lain, tempat peristirahatan terakhir ini diisi seorang lelaki berpengaruh dalam perkembangan Islam di Bengkalis.

Sementara di sekeliling makam ini, terdapat tumpukan batu bata dengan ukuran lebih lebar dan panjang dari yang selalu diproduksi saat ini.

Konon, menurut cerita salah seorang warga Desa Pangkalan Batang, mengatakan bahwa makam ini punya keanehan. Jika tumpukan batu bata disekitaran makam ini disusun rapi, maka dikemudian hari batu bata tersebut berserakan atau acak-acakan kembali.

Diperkirakan itu terjadi akibat ulat satwa monyet yang kerap bermain di kawasan makam.

Tidak sedikit juga orang yang datang berkunjung untuk berziarah ke makam-makam ini. Ada yang datang dari Bengkalis, dari Medan, Solok, dan bahkan dari Jawa Timur.

Mereka datang sekalian berziarah ke makam Tuan Guru Haji Ahmad yang berlokasi sekitar 700 meter dari komplek makam tua tersebut.

Kompleks makam ini dijadikan salah satu objek wisata religi di Pulau Bengkalis. []

Source. Prokopim Kabupaten Bengkalis

You May Also Like