Keunikan Danau Tarusan Kamang, Airnya Bisa Muncul dan Menghilang, Begitu Juga Dengan Ikan-ikannya

ARASYNEWS.COM, AGAM – Tidak jauh dari kota Bukittinggi, terdapat satu danau yang unik. Air di danau ini bisa muncul dan juga bisa menghilang atau kering. Dan ini menjadi daya tarik tersendiri dari danau ini.

Danau Tarusan Kamang, begitulah dinamakan untuk danau yang unik ini. Lokasinya terletak di Jorong Babukik dan Jorong Halalang, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Bagi para travelers yang ingin datang berkunjung dapat menempuh perjalanan sekitar 16 kilometer dari Jam Gadang kota Bukittinggi menuju arah Timur Laut. Travelers dapat mengendarai roda dua, mobil ataupun bus mencapai lokasi ini (https://maps.app.goo.gl/ySZC1zNgmM44Dwkv5)

Danau ini terbilang unik karena hanya berisi air pada musim-musim tertentu. Suatu waktu terlihat begitu luas, tetapi dalam waktu yang tidak bisa diperkirakan, danau ini bisa berubah menjadi hamparan padang rumput hijau. Saat menjadi danau, di bagian tengahnya ada semacam tumpukan tanah yang tidak dibenami air, yang oleh masyarakat setempat disebut Padang Doto.

Air di danau ini kerap muncul disaat musim penghujan saat ini. Dan waktu inilah para travelers dapat datang menikmati keindahan danau Tarusan Kamang ini.

Keindahan danau ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan dari berbagai daerah. Para travelers bisa bermain air dengan berbagai wahana yang tersedia, seperti perahu, rakit, dan terkadang tersedia sepeda air. Selain dapat menikmati alam pemandangannya, bagi yang hobi mancing, di danau ini juga ada ikan pantau, nila, rayo, panser, dan bada putih.

Disaat musim tidak penghujan, danau Tarusan Kamang ini tidak digenangi air akan menjadi padang rumput yang hijau subur. Air di danau akan masuk ke dalam perut bumi yang terdapat di salah satu perbukitan di dekat danau ini. Dan begitu juga dengan ikan-ikan yang ada.

Disaat suasana mengering ini juga cocok untuk para pengunjung yang merencanakan piknik di alam terbuka dengan hamparan pasang rumput yang luas.

Nantinya, pengunjung yang datang akan disuguhkan pemandangan hewan ternak yang mencari pakan secara bebas. Kondisi padang rumput ini dapat bertahan selama setahun lebih.

Tidak ada waktu yang pasti kapan air akan muncul kembali. Hanya saja apabila padang rumput akan terisi air, terdapat tanda-tanda alam seperti lengkingan air mendidih dan bunyi gemuruh.

Proses terbentuknya danau Tarusan Kamang ini dipengaruhi oleh aktivitas sungai di bawah tanah. Kondisi danau yang cukup fenomenal ini hanya bisa ditemukan pada danau Tarusan Kamang. Bahkan mungkin menjadi satu-satunya danau yang dapat pasang surut sewaktu-waktu.

Danau Tarusan Kamang merupakan situs danau purba yang sudah ada sejak 70.000 tahun silam. Lokasi ini sempat menjadi salah satu latar film ‘Tenggelamnya Kapan Van Der Wijck’.

Rasanya tidak afdol jika wisatawan hanya berkunjung ke objek wisata ini satu kali karena keindahan alamnya sangat cocok untuk refreshing.

Namun dari pariwisata, danau Tarusan Kamang memang bisa dibilang masih kalah dari objek wisata yang ada lainnya di Sumatera Barat seperti danau Maninjau, danau Singkarak, danau Kembar ataupun danau lainnya di Sumatera Barat.

Salah satu faktor penyebabnya karena lokasi danau yang cukup jauh dari jalur utama Trans Sumatera. Sehingga wisatawan yang berasal dari luar Sumatera Barat kesulitan menjangkau destinasi wisata tersebut. []

You May Also Like