Ditemukan Jejak Misterius Berukuran Besar, BKSDA Sebut Adalah Jejak Satwa Pemalu

ARASYNEWS.COM, TANAH DATAR – Ditemukan jejak misterius di Ateh Pongging Darek Jorong Koto Laweh Nagari Tanjuang Alam Kecamatan Tanjung Baru Kabupaten Tanah Datar pada Selasa (24/8/2021). Temuan itu pun disampaikan masyarakat kepada Balai Besar KSDA Sumbar melalui Seksi Konservasi Wilayah II dan Resort Wilayah Konservasi VII Tanah Datar.

Terkait jejak tersebut, Kepala Balai KSDA Sumbar, Ardi Andono, S.TP, M.Sc menjelaskan bahwa atas laporan tersebut tim KSDA Sumbar langsung menuju lokasi temuan.

“KSDA Sumbar mendapat informasi daei warga, ditemukan adanya jejak satwa yg berukuran besar. Petugas dari RKW VII Tanah Datar langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan wali jorong koto laweh B. Dt. Pangeran dan juga masyarakat untuk melakukan pemeriksaan hasil informasi,” kata Ardi dalam keterangannya, Rabu (25/8/2021)

“Jejak satwa ini ditemukan di 3 lokasi yaitu di ladang milik Ade, Arif, dan Joni sejak Sabtu, tanggal 21 Agustus 2021 dimana lokasi itu adalah ladang hortikultura, ini berada pada satu hamparan. Setelah dilakukan pengecekan ke lapangan, ditemukan jejak satwa ukuran panjang 23 cm lebar 21 cm,” terang Ardi.

Untuk jejak tersebut, dikatakan Ardi setelah lakukan identifikasi, maka disimpulkan bahwa jejak yang ditemukan adalah jejak satwa tapir, si hewan pemalu.

Ardi menjelaskan, satwa ini banyak ditemukan di kawasan hutan yang mengalami kerusakan disebabkan karena penebangan liar, alih fungsi hutan menjadi perkebunan, kebakaran hutan, maupun eksploitasi hutan.

Jarak lokasi kejadian ke pemukiman sekitar 300 meter sedangkan jarak ke kawasan TWA Gunung Marapi sekitar 5 kilometer, dimana artinya kejadian ini tidak cukup jauh dari kawasan hutan.

Terkait hal ini, dikatakan Ardi, tim telah memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat sekitar bahwasanya tapir termasuk binatang dilindungi yang termasuk spesies terancam punah sehingga tidak boleh diburu atau dibunuh. Tapir juga berperan sebagai penebar biji dan penting untuk menjaga ekosistem hutan.

Ardi Andono, juga memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah melaporkan kejadian ini.

Ia juag mengimbau jika terjadi kejadian serupa segera melapor ke petugas BKSDA setempat atau ke call center BKSDA SUMBAR di nomor 081266131222.

“Masyarakat adalah garda terdepan penyelamat hutan dan seisinya. Karena sesungguhnya makna konservasi adalah keadaan harmonis manusia dengan alam,” pungkasnya. []

You May Also Like