ARASYNEWS.com — Demonstrasi yang dilakukan tentang program unggulan presiden yakni makan bergizi gratis (MBG) di berbagai daerah ada yang mendapat pengawalan dan juga ada yang mendapat hambatan.
Masa aksi yang berunjuk rasa yang menentang dan meminta program ini dihentikan mendapat hambatan saat turun ke jalan. Penampakan ini terlihat diberbagai daerah di Indonesia. Hambatan dilakukan personel polisi bersama TNI. Aksi yang dilakukan diawasi dan dijaga agar tidak anarkis, bahkan dihambat menuju ke berbagai lokasi tujuan. Peserta aksi ini gabungan antara mahasiswa dari berbagai universitas dan masyarakat yang kontra.
Sementara itu, masa aksi yang mendukung agar program ini berjalan terus mendapat pengawalan dan perhatian dari aparat negara. Bahkan ada di salah satu daerah yang didukung dengan diberikan konsumsi.
Selain itu juga, ada alat peraga kampanye yang dibuat seindah mungkin. Mereka diklaim merupakan emak-emak, anak-anak sekolah, dan ada juga ikut anggota SPPG serta mitra Badan Gizi Nasional (BGN). Yang mirisnya, ada juga terlihat anak-anak kecil yang diajak ikut serta untuk berunjuk rasa.

Mereka ingin agar program ini tetap terus berlanjut dengan alasan memberikan gizi kepada anak-anak, para ibu-ibu tidak repot di rumah menyiapkan makanan, mendukung agar para relawan mendapat pekerjaan dan insentif dari dapur umum, serta mitra yang terus mendapat kerjasama mensuplai bahan baku ke dapur umum.

Disisi lain, presiden Prabowo, dalam keterangan yang dikutip, menyampaikan bahwa program ini akan dievaluasi. Dan ini juga sam dengan yang disampaikan wakil presiden, bahwasanya banyak kejanggalan dalam proses memasak hingga distribusi makanan kepada penerima. Ada yang sudah dingin dan tidak layak, ada yang tidak diambil anak-anak, hingga makanannya yang kurang bergizi.
Lain lagi keterangan dari Badan Gizi Nasional. Kepala BGN Nanik S Deyang, menyampaikan bahwa program ini dihentikan sementara mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026.
Alasannya adalah untuk evaluasi, sasarannya yang akan diubah, hingga pada perbaikan-perbaikan dalam manajemen di dapur umum tersebut.

Sedangkan wakil kepala BGN, Agustina Arumsari, menyebutkan dengan dihentikan sementara dapur umum ini akan menghemat pengeluaran negara lebih dari Rp 3 triliun (yakni Rp 3.004.560.000.000,- ) yang merupakan insentif kepada 27.820 SPPG di Indonesia.
Di lapangan, dengan dihentikan sementara beroperasinya MBG ini, banyak harga-harga bahan pokok di pasar tradisional yang langsung turun. Diantaranya telur, daging, ikan, bahan-bahan bumbu, dan banyak lainnya.
[]