ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Dinas Kesehatan Provinsi Riau per tanggal 16 Februari 2022 Pukul 16.00 menyampaikan terdapat 539 penambahan kasus konfirmasi, dan diantaranya untuk kota Pekanbaru tercatat menyumbang terbanyak, yakni 381 kasus.
Diantaranya itu untuk di kota Pekanbaru, klaster sekolah pun terdeteksi yang berasal dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 8 Kota Pekanbaru. Ada sebanyak 14 yang berasal dari siswa dan guru.
Atas kondisi itu, satgas Covid-19 pun langsung melakukan tracking dan menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Untuk selanjutnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Dr Kamsol dalam keterangannya mengatakan kegiatan belajar mengajar akan dilakukan secara daring untuk tiga hari kedepan, terhitung 16-18 Februari 2022.
“Ada 14 siswa dan guru di SMA negeri 8 yang terkonfirmasi positif. Maka dari itu, selama tiga hari kedepan sekolah ditutup sementara,” kata Kamsol, Rabu (16/2).
Dalam laporan di lapangan, Kamsol mengatakan, banyaknya siswa yang mengeluh sakit dan demam. Padahal sebagaimana yang disampaikan bahwa jika siswa atau guru yang merasa kurang sehat agar tidak masuk untuk aktivitas belajar mengajar.
Lebih lanjut, Kamsol menyebutkan, pihaknya sudah menyurati tim satgas Covid-19 kota Pekanbaru untuk melaporkan perkembangan hasil pemeriksaan sejumlah siswa dan guru yang terkonfirmasi ini.
Dan ia juga telah meminta tim satgas bersama Polresta Pekanbaru untuk melakukan steril di lingkungan sekolah tersebut.
“Untuk mengantisipasi penularan Covid-19 yang terus meningkat di satuan pendidikan, mulai Rabu-Jumat dilakukan pembelajaran jarak jauh kepada seluruh siswa, dan baru masuk kembali pada 21 Februari mendatang, serta melakukan tracking. Dan di sekolah dilakukan sterilisasi sebagaimana kegiatan yang dilakukan tim satgas,” tukas Kamsol.
Untuk diketahui, pada hari ini, Dinkes Provinsi Riau menyampaikan terdapat 539 penambahan kasus konfirmasi, 130 orang pasien dinyatakan sembuh dan 1 orang yang meninggal dunia. Sehingga total kumulatif kasus konfirmasi hingga saat ini 132.252 orang dengan rincian 2871 isolasi mandiri, 146 isolasi RS,
125.104 pulang, dan 4.131 meninggal dunia. []