Danau Zamrud di Riau, Punya Keunikan Flora dan Fauna, Serta Pulau Berpindah

ARASYNEWS.COM – Di provinsi Riau, ada satu danau yang tersembunyi dan terletak di dalam hutan rawa gambut basah. Lokasinya berada di kecamatan Siak Sri Indrapura kabupaten Siak, provinsi Riau.

Danau ini terdiri dari dua danau yabg berdekatan, kedua danau bersisian satu sama lain, yakni Danau Besar dengan luas 2.416 ha, dan Danau Bawah dengan luas 360 ha.

Tetapi, kedua danau ini lebih dikenal dengan nama danau Zamrud. Ini karena lokasinya terletak di Desa Zamrud dan berada di kawasan Hutan Rawa Gambut Zamrud Siak.

Danau Zamrud Siak berjarak 180 km dari Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru, sekitar tiga jam perjalanan berkendara.

Jika ingin berkunjung ke kawasan ini maka pastikanlah datang di saat sore hari atau ketika matahari sedang condong ke barat. Sebab pada saat itu, selain puncak dari pesona Danau Zamrud, aneka ragam makhluk hidup air dan darat yang menjadikan danau tersebut habitatnya juga menampakkan diri.

Secara geografis, ekosistem Danau Zamrud dan kawasan hutan rawa gambut Zamrud ini berada di bagian timur Provinsi Riau, tepatnya arah tenggara Kabupaten Siak.

Kawasan ini berada di antara Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampar dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak, yang secara umum kawasan ini merupakan bagian dari ekosistem yang lebih luas yaitu Ekosistem Hutan Rawa Gambut Semenanjung Kampar.

Kawasan ini relatif lebih aman karena kawasan Zamrud ini merupakan kawasan pelestarian alam. Ekosistem Hutan Rawa Gambut Zamrud memiliki dua keterwakilan tipe habitat secara umum yang berbeda yaitu hutan rawa gambut dan hutan rawa air tawar.

Dalam catatan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, ada berbagai jenis flora yang ada di kawasan ini, seperti Pohon Kayu Meranti (Shorea sp), Bitangur (Galophyllum spp), Kempas (Koompassia malacensis Maig), Balam (palagium sp), Punak (Tetrameristaglabra miq), Resak (Vatica wallichii), Perupuk (Solenuspermun javanicus), Rengas (Gluta rengas), Nipah (Nypa fruction), Pandan (Pandanus sp), Sagu Hutan (Metroxylon sagu), dan lain sebagainya. Pohon Meranti pun ada berbagai jenis misalnya : Meranti Lilin, Meranti Kait, Meranti Alan, Meranti Sabut, dan Meranti Bakau.

Sedangkan jenis fauna atau satwa yang hidup dan berkembang di kawasan Hutan Rawa Gambut Zamrud seperti harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), harimau dahan (Neofelis nebulosa), Napu (Tragulus napu), beruang madu (Helarctos malayanus), Ikan Arowana (Schleropages formosus), Buaya Sinyulong (Tomistoma Schlegelii), Buaya Muara (Crocodylus porosus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), Kokah (Presbytis melalophos), beruk (Macaca nemestrina), dan berbagai jenis burung atau unggas lainnya.

Menurut data BBKSDA Riau ada 38 jenis burung yang 12 diantaranya dilindungi seperti bangau putih, enggang palung, enggang benguk, enggang dua warna, enggang ekor hitam, serindit, elang, dan lainnya. Dan untuk di air, ada aneka jenis ikan seperti arwana emas dan ikan balido.

Danau Zamrud, sepintas terlihat berwarna hijau kehitaman. Hal ini karena pantulan sinar matahari yang mengenai rawa gambut dan pepohonan hutan. Dan penampakan ini seakan seperti sebutir batu permata zamrud ditengah-tengah hutan rimba.

Kawasan ini dimanfaatkan sebagai daerah konservasi keanekaragaman hayati, pengatur hidrologi, sumber energi, tempat budi daya, pengendali perubahan iklim global.

Danau Zamrud juga dilengkapi dengan berbagai keunikan lainnya yang dapat dilihat para traveler, misalnya saja di sini terdapat pulau berpindah.

Pulau berpindah itu terletak di Danau Besar. Di danau ini terdapat empat pulau utama, yaitu Pulau Besar, Pulau Tengah, Pulau Bungsu dan Pulau Beruk.
Uniknya, keempat pulau di Danau Besar ini merupakan pulau yang bisa berpindah atau disebut juga pulau hanyut.

Diketahui, pulau-pulau ini terbentuk dari endapan lumpur dan tumbuh-tumbuhan sehingga pada saat-saat tertentu pulau tersebut dapat berpindah ketempat-tempat yang berbeda sesuai pergerakan air.

Pada Pulau Beruk, sesuai dengan namanya merupakan habitat bagi beruk-beruk atau kera tanpa ekor.

Untuk diketahui, Danau Zamrud telah dijadikan sebagai kawasan suaka margasatwa sejak 25 November 1980 oleh pemerintah Indonesia. Selain sebagai kawasan konservasi kawasan ini juga dikembangkan untuk riset ilmu pengetahuan dan obat-obatan.

Saat ini kawasan Danau Zamrud Siak juga menjadi bagian dari kawasan Badan Operasi Bersama (BOB) Coastal Plain Pekanbaru (CPP) Sumatera Basin yang merupakan perusahaan konsorsium PT Bumi Siak Pusako dengan PT Pertamina Hulu. Oleh karena itu, jika penasaran hendak menikmati keindahan Danau Zamrud maka saat memasuki kawasan penyangga (buffer zone) sekitar 35 km dari kawasan inti Danau Zamrud, pengunjung harus meminta izin dulu kepada perusahaan yang memiliki otoritas di sana.

Akses Menuju Danau Zamrud

Ada tiga cara untuk mengunjungi kawasan ini. Cara pertama, yang paling mudah dan paling indah adalah melalui udara dengan helikopter. Namun kekurangannya, Anda tidak bisa berinteraksi dengan alam danau zamrud yang masih asri dan merupakan hutan primer tersebut.

Cara kedua, adalah dengan menggunakan kendaraan darat menuju kota Siak dari Pekanbaru. Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan melalui jalan umum yang telah biasa dilalui oleh orang-orang. Kemudian meminta izin perusahaan memasuki kawasan.

Cara lainnya adalah dengan menyewa perahu dan pemandu dari kota Siak menuju Danau Zamrud.

[]

Source. Pariwisata Siak

You May Also Like