ARASYNEWS.COM – Untuk kendaraan roda empat hingga lebih, airbag atau kantung udara menjadi salah satu fitur keselamatan yang penting dari sebuah kendaraan. Komponen ini berguna untuk melindungi pengemudi dan penumpang hingga memperkecil peluang terjadinya luka parah atau bahkan kematian saat terjadinya benturan kecelakaan
Sejatinya, airbag berfungsi untuk melindungi kepala, leher, dan dada. Dengan alasan tersebutlah, penempatan airbag dilakukan di bagian lingkar kemudi untuk pengemudi, dan dasbor di depan penumpang, dan bahkan untuk jenis kendaraan yang terbaru, airbag juga berada di bagian kiri atau kanan kendaraan.
Teknologi airbag adalah teknologi keamanan paling canggih yang akan berfungsi saat tabrakan, khususnya tabrakan frontal dari depan.
Namun terkadang, saat terjadi kecelakaan, airbag justru tidak mengembang. Ternyata, airbag ini dirancang untuk tidak mudah mengembang dan justru membahayakan pengemudi dan penumpang.
Melansir berbagai sumber, berikut beberapa alasan airbag tidak mengembang saat terjadi kecelakaan:
1). Terhubung dengan sistem kelistrikan
Sistem airbag mobil modern saat ini sudah dirancang terintegrasi dengan dengan sistem kelistrikan mobil. Sehingga, cara kerjanya pun secara elektronis. Jadi, kantung udara akan mengembang karena adanya sinyal listrik. Sinyal listrik ini sendiri didapat dari beberapa sensor yang bertugas memantau benturan di beberapa bagian bodi mobil.
Biasanya penempatan sensor tersebut ada di bagian dalam bumper kiri dan kanan, serta ada di bawah dashboard. Dari ketiga sensor airbag di depan tersebut, kantung udara akan mengembang jika salah satu sensor membaca terjadinya benturan. Biasanya, airbag mobil baru akan mengembang pada kecepatan di atas 40 km/jam.

Meski begitu ada beberapa catatan mengenai kondisi tabrakan seperti apa yang bisa mengakibatkan kantung udara mengembang. Satu contoh, jika benturan pada tidak terlalu pas dengan arah sensor, maka membutuhkan kecepatan lebih tinggi agar kantung udara bisa mengembang. Alasannya karena energi benturan akan terserap terlebih dahulu sebelum mencapai sensor. Nah, biar kamu semakin paham, yuk simak penyebab airbag tidak mengembang saat terjadi tabrakan atau benturan.
2). Menabrak benda bergeser
Kantong udara tidak akan mengembang jika menabrak benda yang bergerak, karena energi yang diterima tidak cukup kuat untuk menghidupkan sensor yang akan menghidupkan airbag.
3). Menabrak di bagian tengah
Kantong udara tidak akan mengembang jika mobil menabrak tiang, pohon, pilar atau benda sejenis tepat di bagian tengah kendaraan. Hal itu terjadi karena letak sensor bukanlah di tengah, melainkan di depan kanan dan kiri.
Tabrakan dari depan dengan arah miring ke kiri atau ke kanan dengan sudut di atas 30 derajat tidak akan membuat sensor mengembangkan kantung udara. Pada kecelakaan dengan kemiringan di atas 30 derajat, mobil akan tetap berjalan sampai jarak tertentu, contohnya kasus-kasus mobil menabrak pembatas jalan di sisi kiri atau kanan.
4). Tabrakan depan miring
Tabrakan dari depan dengan arah miring ke kiri atau ke kanan dengan sudut di atas 30 derajat tidak akan membuat sensor mengembangkan kantung udara. Pada kecelakaan dengan kemiringan di atas 30 derajat, mobil akan tetap berjalan sampai jarak tertentu, contohnya kasus-kasus mobil menabrak pembatas jalan di sisi kiri atau kanan.
5). Tabrak dari belakang
Benturan dari belakang, samping dan terguling tidak akan membuat sensor airbag menyala karena yang diperlukan pada kecelakaan itu bukanlah kantung udara melainkan sabuk keselamatan dan sandaran kepala yang mampu menjaga tubuh dan leher tidak terlempar lebih jauh.
Namun tidak perlu khawatir karena mobil-mobil sekarang sudah dibekali curtain side airbag yang memungkinkan airbag di bagian sisi kabin penumpang mengembang ketika terjadi benturan dari berbagai sisi mobil. Selain itu, sensor di bagian depan mobil juga sudah ditambahkan oleh beberapa produsen mobil seiring dengan regulasi keselamatan yang dianjurkan.

6). Mengubah jalur kelistrikan
Mengutak-atik sistem kelistrikan mobil karena ada sesuatu yang eror, mengganti atau memodifikasi audio hingga memasang aksesoris lampu tambahan bisa membuat airbag kamu tidak aktif lho Sahabat. Oleh karena itu, jika kamu menghadapi kerusakan pada masalah kelistrikan mobil, segera bawa ke bengkel untuk ditangani oleh teknisi yang tepat.
7). Mengganti kemudi atau setir
Mengganti setir merupakan hal yang sah-sah saja. Bisa saja setir yang lama sudah kusam sehingga kamu harus menggantinya untuk estetika dan kenyamanan. Tetapi jangan lupa saat melakukan perbaikan dan penggantian stir harus dilakukan secara hati-hati dan teknisi yang profesional.
Pastikan kabel-kabel yang terkoneksi pada setir dilepas secara perlahan dan ditandai sesuai tempatnya. Selain itu, pastikan mekanik melepas aki mobil terlebih dahulu agar selama penggantian stir atau perbaikan pada sistem kemudi tidak terjadi kerusakan yang menyebabkan airbag tidak berfungsi.
Jadi, alangkah lebih baik untuk memeriksa fitur keselamatan ini sebelum membeli kendaraan dan juga sebaiknya terus rutin memeriksa fitur ini ke diler resmi dalam jangka waktu tertentu agar kenyamanan terjaga saat berkendara. []