Asal Mula Penamaan Desa Koto Tuo di Kampar dan Penyebaran Agama Islam

ARASYNEWS.COM – Kecamatan XIII Koto Kampar berada di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Nama Kecamatan ini diambil dari jumlah desa yang ada di sepanjang aliran sungai Kampar.

Berikut desa-desa yang ada di Kecamatan XIII Koto Kampar: Desa Binamang, Desa Pongkai Istiqomah, Desa Koto Tuo, Desa Koto Tuo Barat, Desa Muara Takus, Desa Gunung Bungsu, Desa Tanjung Alai, Desa Koto Mesjid, Desa Pulau Gadang, Desa Lubuk Agung, Desa Ranah Sungkai, dan Desa Balung.

Dari 13 desa yang ada tersebut, ada satu desa yang dalam catatan sejarahnya adalah yang paling tua, yakni desa Koto Tuo.

Desa Koto Tuo ini memiliki luas wilayah 10.000 ha dan perbukitan 6.000 ha dengan ketinggian 186 mdpl. Sebagian wilayahnya dipergunakan untuk perkebunan dan pemukiman penduduk. Dan secara administrasi desa ini telah tercatat sejak tahun 1945.

Tapal batas desa Koto Tuo sebelah utara berbatasan dengan Aliantan Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu, sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Pangkalan Kabupaten Lima Puluh Kota, sebelah barat berbatasan dengan Desa Koto Tuo Barat, dan sebelah timurnya berbatasan dengan Desa Pongkai Istiqomah dan Desa Binamang.

Dari berbagai sumber menyebutkan bahwa nama Koto Tuo berarti kata kesepakatan lama yang dilakukan secara bersama di suatu tempat atau negeri pada masa pertama kali Islam masuk ke-sumatera.

Islam masuk dibawa para saudagar dari timur tengah melalui Aceh hingga ke beberapa desa melalui jalur sungai. Mereka juga membawa surat yang berisikan “Dua Kalimat Syahadat”.

Pada saat itu banyak yang tidak pandai membaca kalimat tersebut. Tetapi ada bagian dari kelompok yang dapat membaca dan mengartikan kalimat tersebut. Kelompok itu bergelar malin putih.

Dan dari peristiwa itu terjadilah suatu kesepakatan bersama “kata yang lama” , dan karena itulah tempat ini dijadikan sebagai tempat terjadinya kesepakatan satu kata maka tempat ini disebut Koto Tuo masa itu. []

You May Also Like