Apakah Riau Juga Endapkan Dana di Bank?

ARASYNEWS.COM – Beberapa pemerintah daerah di Indonesia ketahuan mengendapkan uang dalam bentuk simpanan di bank. Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan sejumlah kepala daerah dalam rapat koordinasi.

Dari 15 daerah yang disinggung, tidak disebutkan nama Riau ataupun daerah lainnya dalam provinsi Riau. Bahkan bunga simpanan juga disinggung yang bisa dimanfaatkan dan dinikmati.

Meski Riau tidak disebut langsung dalam rapat, namun Pemprov Riau mengakui pihaknya juga sempat dan pernah ikut melakukan hal tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, dalam keterangannya mengatakan bahwa Riau juga pernah melakukan hal tersebut, yakni penempatan dana APBD di bank daerah. Ia menyebut langkah itu bagian dari manajemen kas daerah untuk menjaga stabilitas keuangan.

“Benar, kami memang menempatkan sebagian dana APBD di bank, dan bunganya juga masuk ke dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) lain-lain. Jadi tidak lari ke oknum,” diungkapkannya pada Selasa (21/10) kemarin.

Hanya saja, untuk hal ini, pihaknya akan lakukan pembenahan dengan lebih transparan untuk di Riau

“Ke depan kami akan lebih terbuka, lebih transparan. Ini uang publik. Publik berhak mengawasi. Masyarakat berhak tahu berapa jumlah kas daerah yang tersimpan,” tegasnya.

Pada tahun 2017, kata dia, saat ia menjabat sebagai Kepala BPKAD Riau, sistem transparansi pernah dilakukan dengan menampilkan secara digital di kantor BPKAD. Tertera secara real time saldo dan rinciannya.

“Waktu itu masyarakat bisa langsung melihat berapa kas daerah di layar digital resepsionis. Itu bentuk akuntabilitas, dan harus kita kembalikan,” ungkapnya.
“Sistem itu nanti akan kami hidupkan kembali,” sambungnya.

Untuk di BPKAD sekarang, ia akan bekerjasama dan melakukan evaluasi terhadap pejabat.

“Nanti jika Kepala BPKAD tidak bisa transparan, ya pasti kita ganti. Masa uang rakyat malah disembunyikan dari rakyat? Kita ini bekerja untuk mereka, bukan untuk menutupi angka,” tukasnya

Masih dikatakan Syahrial, keterbukaan dan transparansi dalam setiap kebijakan publik ini sebagaimana arahan Gubernur Riau Abdul Wahid.

“Pak Gubernur selalu mengingatkan kami bahwa pemerintah itu bukan tempat menyimpan rahasia, tapi tempat melayani rakyat dengan jujur dan terbuka,” pungkasnya.

[]

You May Also Like