Air Terjun yang Tersembunyi Terletak Dicelah Dua Tebing

ARASYNEWS.COM, KAPUR IX – Kabupaten Limapuluh Kota punya segudang keindahan alamnya. Hal ini karena berada di wilayah gugusan Bukit Barisan Pulau Sumatera.

Kali ini, arasynewscom mencoba memandu para travelers mencapai salah satu tempat tersembunyi. Ada air terjun yang berada dicelah dua tebing. Masyarakat menamainya air terjun Lubuk Batang.

Lokasinya berada dekat desa Koto Bangun, kecamatan Kapur IX, kabupaten Limapuluh Kota.

Mencapai lokasi air terjun ini, medan yang ditempuh tidak terlalu sulit. Dari kota Padang, membutuhkan waktu sekitar lima jam perjalanan darat. Sedangkan dari kota Pekanbaru hanya sekitar empat jam perjalanan darat.

Tujuannya adalah ke kabupaten Limapuluh Kota. Lebih tepatnya ke daerah Kapur IX melewati daerah Pangkalan.

Dalam perjalanan dari kota Padang, akan terlihat keindahan alam yang dapat memanjakan mata menghilangkan beban rutinitas sehari-hari. Mulai dari hamparan perbukitan dan hutan nan hijau, air terjun Lembah Anai hingga pesona Kelok Sembilan yang mendunia.

Jika traveler dari Kota Pekanbaru, Riau, maka sepanjang perjalanan pemandangan alam juga terlihat keindahan waduk PLTA Koto Panjang di kabupaten Kampar.

Setelah sampai di Pangkalan, travelers harus melanjutkan perjalanan ke desa Koto Bangun. Jalan yang ditempuh aspal yang terawat. Di sisi kanan akan terlihat aliran batang air (sungai) dengan bebatuan. Di area batang air ini traveler juga dapat berenang dan mandi-mandi. Airnya yang dingin dan sejuk dapat seakan dapat mengembalikan lelahnya perjalanan panjang yang ditempuh.

Sekitar 45 menit, sampai di desa Koto Bangun. Kemudian perjalanan masih bisa menggunakan kendaraan dan disambung dengan berjalan kaki sekitar 4 kilometer, akan tetapi jika menggunakan sepeda motor, maka bisa sampai ke dekat lokasi dan bahkan bisa melewati jembatan gantung.

Nantinya travelers akan melintasi jembatan gantung yang terbuat dari rangka besi dan kayu. Perjalanan akan dihadapi dengan turunan dan pendakian yang cukup terjal. Disekelilingnya akan terlihat perkebunan masyarakat, mulai dari ladang gambir, karet, dan lainnya.

Lelah, tentu saja, tetapi semua akan terbayar lunas ketika travelers berjumpa dengan air terjun Lubuk Batang.

Yang membedakan Lubuk Batang dengan air terjun pada umumnya adalah posisinya yang berada di celah dua bukit atau bebatuan besar, sehingga menyerupai air terjun yang berada di dalam goa.

Tidak hanya itu, ketinggian air terjun yang mencapai 20 meter dan jernihnya air seraya mengggoda travelers untuk langsung mandi di bawah aliran air terjun sesampainya di lokasi.

Air terjun ini masih terjaga dan alami. Aliran air juga tidak besar jika tidak pada musim hujan yang berkepanjangan.

Tapi saat musim penghujan, aliran air bisa mencapai 2 meter menutupi celah bebatuan diantara dua bukit ini.

Sebelum melakukan wisata tracking, sebaiknya kamu mempersiapkan kondisi tubuh serta bekal berupa air minum dan sedikit makanan ringan. Karena selama perjalanan dan aktivitas bermain air dan berenang bisa saja membuat perut terasa lapar, maka cemilan ringan bisa cukup membantu.

Satu hal lagi yang penting untuk kamu perhatikan adalah, menjaga kebersihan destinasi ini dari sampah kemasan minuman dan makanan, untuk menjaga kelestarian alamnya.

Selain itu, untuk menjaga keindahan ciptaan Tuhan ini, sangat diharapkan untuk tidak mencoret atau mengukir nama atau tulisan apapun di dinding bebatuan, karena akan mempertahankan keasrian destinasi wisata yang satu ini. []

You May Also Like